5 Pertanyaan Besar dari Pengobatan Covid-19 Presiden Trump

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendukung Presiden AS Donald Trump berkumpul di luar Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed, tempat Trump dirawat di Bethesda, Maryland, AS 3 Oktober 2020. Para pendukungnya berkumpul setelah mendengar Trump dirawat karena Covid-19. REUTERS/Jonathan Ernst

    Para pendukung Presiden AS Donald Trump berkumpul di luar Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed, tempat Trump dirawat di Bethesda, Maryland, AS 3 Oktober 2020. Para pendukungnya berkumpul setelah mendengar Trump dirawat karena Covid-19. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter kepresidenan Amerika Serikat, Komodor Sean Conley, mengatakan kalau Presiden Donald Trump sudah akan bisa kembali ke tengah publik pada akhir pekan ini waktu setempat. Seperti diketahui Trump mendesak itu demi kampanye pemilihan presiden.

    Hingga kini publik AS tak jelas apakah Trump sudah benar-benar sembuh dan nantinya tidak akan menularkan Covid-19 kepada yang lain. Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis malam, 8 Oktober 2020, Trump bahkan tidak mengatakan sudah teruji negatif Covid-19 sehingga pantas untuk kembali ke hadapan publik.

    Dalam wawancara itu, dia sempat harus menghentikan sesaat kalimat-kalimatnya, terdengar berusaha membersihkan tenggorokannya dan batuk setidaknya dua kali. Sedang dalam wawancara radio pada Jumat, Trump mengklaim kalau pengobatan antibodi monoklonal--antibodi buatan menyerupai antibodi awal yang dimiliki tubuh--yang diterimanya adalah obat yang manjur.

    Tapi benarkah begitu? Berikut ini lima pertanyaan yang muncul dari kondisi Trump dan pengobatan yang dijalaninya,



    1. Soal kondisi Trump sebenarnya

    Meski status gejala sang presiden telah disebutkan ringan dan sedang, kepadanya telah diberikan beberapa pengobatan yang justru membuat dugaan kalau gejalanya lebih parah daripada yang disampaikan. Kemungkinan lainnya adalah tim dokter Gedung Putih menggunakan pendekatan lain, yaitu mencoba setiap pengobatan yang dianggap bisa memberi kesembuhan kepada presidennya.

    Komandan Angkatan Laut AS, Dr. Sean Conley, dokter Gedung Putih, diapit oleh dokter lain, berbicara kepada wartawan tentang kesehatan Presiden AS Donald Trump setelah presiden dirawat di rumah sakit karena positif Covid-19, di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, 3 Oktober 2020. REUTERS/Ken Cedeno

    Baca juga:
    Tabrak Protokol Kesehatan Covid-19, Kampanye Pilpres Trump Didenda

    Yang disampaikan telah diberikan kepada Trump adalah: campuran antibodi eksperimental dari Regeneron Pharmaceuticals, obat antivirus remdesivir, obat golongan steroid dexamethasone, aneka suplemen termasuk zinc dan vitamin D dan oksigen suplemental.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.