Ridwan Kamil Menunggu Kepastian Jatah Vaksin Covid-19 Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan inspeksi dan operasi gabungan di Mall The Park Sawangan, Depok, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2020. Ridwan Kamil mulai berkantor di Depok untuk mempermudah proses pemantauan penanganan Covid-19 di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) sebagai penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Jabar. Depok juga sengaja dipilih karena sekaligus tengah menggelar pilkada serentak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan inspeksi dan operasi gabungan di Mall The Park Sawangan, Depok, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2020. Ridwan Kamil mulai berkantor di Depok untuk mempermudah proses pemantauan penanganan Covid-19 di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) sebagai penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Jabar. Depok juga sengaja dipilih karena sekaligus tengah menggelar pilkada serentak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pemerintah akan menyiapkan dua vaksin Covid-19. “Vaksin itu akan terbagi dua secara umum,” kata dia, di Bandung, Senin, 12 Oktober 2020.

    Ridwan mengatakan vaksin pertama masih menunggu hasil uji klinis fase 3 yang tengah dikerjakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dengan sponsor Bio Farma. Ridwan Kamil menjadi salah satu relawannya. Sementara vaksin kedua merupakan vaksin impor yang siap pakai.

    Ridwan mengatakan proses distribusi kedua vaksin itu masih dalam bahasan. Pihaknya masih menunggu kepastian jatah vaksin untuk warga Jawa Barat.

    “Kita akan bahas mendalam, apakah Jawa Barat terdampak, dan mendapati fasilitas untuk vaksin kedua yang sifatnya sudah siap dan sudah jadi, ke mana dan bagaimana tadi, kita akan kondisikan,” ujarnya.

    Ridwan mengatakan dirinya tidak mempersoalkan sumber vaksin yang akan digunakan. “Yang manapun tadi itu adalah berita baik, bahwa dalam kedaruratan semua sumber-sumber bantuan itu akan kita carikan,” kata dia.

    Menurutnya, vaksin menjadi salah satu kunci pengendalian penyebaran Covid-19. “Dalam urutan epidemiologi, yang paling utama adalah imunitas, maka kuncinya adalah vaksin setelah imunitas. Kalau imunitas belum ada karena vaksin, maka modalnya hanya social distancing, kira-kira begitu. Kalau social distancing terkendali, maka kita harus 3T; tracing, testing, dan treatment. Kalau semua itu tidak ada, maka semua masuk kedaruratan dalam pengendalian di rumah sakit,” kata dia.

    Ridwan berharap tren kasus positif Covid-19 akan terus menurun. “Mudah-mudahan terus membaik di masa mendatang. Dan pesan saya sederhana, mari tetap disiplin sambil menunggu vaksin,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?