Fujifilm Uji Klinis Obat Covid-19 Avigan, Bidik Produksi Massal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jepang tingkatkan stok Avigan untuk obati dua juta orang dalam kasus influenza. Fujifilm Holdings mengajukan izin untuk produksi luas obat ini untuk mengobati pasien Covid-19.

    Jepang tingkatkan stok Avigan untuk obati dua juta orang dalam kasus influenza. Fujifilm Holdings mengajukan izin untuk produksi luas obat ini untuk mengobati pasien Covid-19.

    TEMPO.CO, Tokyo - Fujifilm Holdings mengatakan telah mengajukan persetujuan atas obat anti-influenza, Avigan, sebagai obat Covid-19 di Jepang, Jumat 16 Oktober 2020. Perusahaan yang terkenal di dunia fotografi itu sebelumnya mengklaim bahwa studi tahap akhir Avigan menunjukkan adanya percepatan waktu penyembuhan pasien Covid-19 dengan gejala tidak parah.

    Hasil riset yang dilakukan anak cabang Fujifilm Toyama Chemical itu dinyatakan memberikan perbedaan signifikan secara statistik. Kabar pengajuan izin untuk produksi massal Avigan untuk mengobati pasien Covid-19 itupun langsung berdampak kenaikan harga saham Fujifilm sebesar 3 persen.

    Uji klinis tahap akhir disebutkan telah dilakukan melibatkan 156 pasien di Jepang. Hasilnya, mereka yang mengkonsumsi obat Avigan sembuh setelah 11,9 hari, dibanding 14,7 hari pada kelompok pengguna plasebo.

    Avigan, yang dikenal dengan nama generik favipiravir, disetujui di Jepang sebagai obat influenza. Obat tersebut kini menjadi subjek pada sedikitnya 16 uji klinis obat Covid-19 di seluruh dunia. Namun, kekhawatiran atas obat tersebut masih ada lantaran Avigan terbukti menyebabkan cacat lahir dalam pengujian pada hewan.

    Baca juga:
    Unair Lapor ke BIN: Obat Unair 3 Siap Uji Klinis

    Adapun mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mendukung penggunaan Avigan dan menyatakannya sebagai kontribusi Jepang terhadap perlombaan global penemuan obat untuk Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diego Maradona dan Tangan Tuhan

    Sosok Diego Maradona yang kontroversial tidak dapat dipisahkan dari gol yang disebut-sebut orang sebagai gol Tangan Tuhan.