Terapi Plasma Darah Selamatkan 4 Pasien Kritis Covid-19 di Cirebon

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memeriksa kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020. Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19  yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Petugas medis memeriksa kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020. Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19 yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Cirebon - Sebanyak empat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat hingga kritis di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjalani terapi plasma darah. Hasilnya, dua di antaranya dinyatakan telah sembuh.

    Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon yang juga sebagai dokter penanggung jawab pasien Covid-19 di RSUD Waled, Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein, mengungkap itu di Cirebon, Jumat 16 Oktober 2020.

    Dia menjelaskan, dua dari empat orang yang menjalani terapi plasma konvalesen atau plasma darah donor dari pasien yang sudah sembuh itu masih menjalani perawatan, namun kondisinya terus membaik. "Sudah membaik apabila dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

    Ahmad Fariz menjelaskan, terapi plasma dikhususkan bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat dan juga kritis. Karena dua kondisi tersebut dianggap yang sangat membutuhkan terapi yang diharap 'menularkan' antibodi tubuh yang mampu melawan infeksi virus tersebut.

    Baca juga:
    Guru Besar Kedokteran Unpad: Vaksinasi Covid-19 Tidak Wajib

    Dia menambahkan, plasma darah yang digunakan untuk terapi itu didapatkan dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dan produksi dari PMI Kabupaten Cirebon. "Kalau dua orang pertama yang menjalani terapi plasma itu, dan telah sembuh, kami mendapatkan dari RSPAD Gatot Subroto, sedangkan saat ini kami sudah memiliki stok sendiri," katanya.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni mengatakan ada 15 calon pendonor plasma, namun tak banyak yang sudah siap segera diambil darahnya. "Sekarang yang sudah siap dua orang," katanya.

    Sebelumnya, saat momentum perayaan HUT PMI ke-75 pada 18 September lalu, Kepala Bidang Pembinaan Kualitas Unit Donor Darah PMI Robby Nur Adityadia mengungkapkan bahwa sudah lebih dari 200 pasien Covid-19 di Indonesia telah menerima atau menjalani terapi plasma konvalesen. "Kebanyakan di Pulau Jawa dimana Jakarta dan Surabaya menjadi mayoritas,” kata dia.

    Dalam pelaksanaannya, kata dia, PMI terus berupaya dalam menggaet para pendonor plasma--bagian dari darah yang telah disaring dari sel-selnya. Sasarannya adalah orang yang baru sembuh dari Covid-19. “Sekarang kami terus mencoba ini agar mereka mau menyumbangkannya karena sudah mengandung antibodi,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips untuk Membersihkan Rumah Saat COVID-19

    Kebersihan rumah menjadi salah satu hal yang penting saat pandemi COVID-19.