Rusia Kembali Daftarkan Vaksin Prematur, Ini Reaksi WHO

Reporter

Rusia mengumumkan vaksin Covid-19 kedua. Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengaku telah langsung menjalin komunikasi dengan pengembang vaksin Covid-19 EpiVacCorona di Rusia. WHO mengirim pesan yang tegas bahwa pihaknya hanya akan mampu memberikan sikap tentang sebuah vaksin setelah melihat hasil uji klinis tahap tiga.

"Kami bisa melakukan dialog yang sangat baik," kata Ketua tim ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengungkap isi dialog itu dalam sebuah konferensi pers di markas WHO di Jenewa, Swiss, Jumat 16 Oktober 2020.

Langkah WHO itu terjadi setelah Kementerian Kesehatan Rusia mendaftarkan EpiVacCorona sebagai vaksin Covid-19 kedua di negara itu pada 14 Oktober lalu. Yang pertama adalah Sputnik V pada Agustus lalu.

Kesamaan di antara keduanya adalah izin dan pendaftaran sebagai vaksin itu dilakukan meski mereka belum melangkah hingga ke uji klinis tahap tiga yang melibatkan relawan dalam jumlah besar. Itu artinya keamanan dan efikasi vaksin yang dikembangkan belum benar-benar terbukti.

Pengembang EpiVacCorona adalah Pusat Riset Virologi dan Bioteknologi Vector. Mereka baru menyelesaikan uji klinis tahap awal pada bulan lalu. Uji coba awal dengan 20 relawan itu bergulir sejak akhir Juli dan berakhir September.

"Uji klinis telah sangat sukses. Para relawan mengembangkan antibodi yang dibutuhkan dalam tubuhnya dan tak satupun menunjukkan efek samping setelah menerima vaksin--apakah itu demam atau efek lainnya," kata kepala dokter sanitary Rusia, Anna Popova.

Uji klinis tahap tiga rencananya baru akan dilakukan EpiVacCorona pada November-Desember mendatang. Hampir 30 ribu relawan akan dilibatkan, terdiri dari kelompok usia 60 tahun atau lebih dan pasien Covid-19 dengan gejala yang kronis.

"Juga sebanyak 5.000 relawan orang dewasa dari berbagai kelompok umur," bunyi pernyataan dari Badan Layanan Pengawasan Perlindungan Hak dan Kesejahteraan Konsumen Rusia.

Baca juga:
Kenapa Vaksin Covid-19 Sputnik V Dikecam Dunia? Ini Penjelasannya

Sementara itu, uji klinis tahap tiga untuk vaksin Covid-19 Sputnik V masih berjalan melibatkan jumlah relawan yang diklaim sebanyak 40 ribu orang di Rusia dan beberapa negara lain. Vaksin ini dikembangkan Pusat Riset Nasional Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya. 

REUTERS | LIVEMINT






Gempa Turki dan Suriah, Perusahaan Rusia Sebut PLTN Akkuyu Aman

22 menit lalu

Gempa Turki dan Suriah, Perusahaan Rusia Sebut PLTN Akkuyu Aman

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Akkuyu yang berada di selatan Turki dan saat ini sedang dibangun, tidak rusak akibat gempa Turki


Bantah AS, Burkina Faso Klaim Tidak Utamakan Perusahaan Rusia dalam Tambang Emas

2 jam lalu

Bantah AS, Burkina Faso Klaim Tidak Utamakan Perusahaan Rusia dalam Tambang Emas

Pemerintah Burkina Faso menyatakan pemberian izin pertambangan emas kepada Nordgold bukan karena perusahaan itu berasal dari Rusia


Diperingati Setiap 6 Februari, Begini Asal Usul Hari Anti Sunat Perempuan

6 jam lalu

Diperingati Setiap 6 Februari, Begini Asal Usul Hari Anti Sunat Perempuan

Sunat perempuan disebut bukan tindakan medis. Praktik ini ditolak di banyak negara.


Ukraina akan Ganti Menteri Pertahanan

10 jam lalu

Ukraina akan Ganti Menteri Pertahanan

Perombakan ini terjadi di saat Ukraina mengkhawatirkan serangan besar-besaran dari Rusia.


Rusia Sebut AS Raja Bohong, Minta PBB Selidiki Perang Irak

11 jam lalu

Rusia Sebut AS Raja Bohong, Minta PBB Selidiki Perang Irak

Rusia kembali mengungkit peran Amerika Serikat dalam perang Irak. Sebut AS adalah sumber kebohongan.


Putin Janji Tak Akan Bunuh Zelensky Meski Rusia Ukraina Perang

1 hari lalu

Putin Janji Tak Akan Bunuh Zelensky Meski Rusia Ukraina Perang

Kepada PM Israel, Putin berjanji tak akan membunuh Zelensky.


Zelensky Cabut Kewarganegaraan Sejumlah Politikus Pro-Rusia

1 hari lalu

Zelensky Cabut Kewarganegaraan Sejumlah Politikus Pro-Rusia

Zelensky menolak menyebut nama para politikus itu, tetapi mengatakan mereka memiliki kewarganegaraan ganda Rusia.


Laporan WHO tentang Darurat Kesehatan Ukraina Picu Pertengkaran AS dan Rusia

1 hari lalu

Laporan WHO tentang Darurat Kesehatan Ukraina Picu Pertengkaran AS dan Rusia

Menurut WHO, situasi di Ukraina adalah salah satu dari delapan darurat kesehatan global akut.


China: Kepercayaan Politik dengan Rusia Semakin Dalam

1 hari lalu

China: Kepercayaan Politik dengan Rusia Semakin Dalam

Kementerian Luar Negeri China menyebut, negaranya bersedia bekerja dengan Rusia untuk mengimplementasikan kemitraan strategis mereka.


Jerman Memiliki Bukti Kejahatan Perang di Ukraina

1 hari lalu

Jerman Memiliki Bukti Kejahatan Perang di Ukraina

Moskow telah menolak tuduhan-tuduhan oleh Kiev dan negara-negara Barat untuk kejahatan perang.