2.276 Bencana Alam Terjadi Selama Januari-17 Oktober, Mayoritas Hidrometeorologi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunggu air surut saat banjir melanda kawasan permukiman di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020. Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Kali Krukut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Warga menunggu air surut saat banjir melanda kawasan permukiman di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020. Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Kali Krukut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.276 bencana alam terjadi di seluruh wilayah Indonesia sepanjang Januari hingga 17 Oktober 2020.

    Dikutip dari keterangan resmi BNPB di laman Twitter, Sabtu, 17 Oktober 2020, mayoritas bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi/alam.

    Bencana banjir menjadi yang mendominasi yakni sebanyak 827 kejadian, disusul puting beliung 637 kejadian, dan longsor 416 kejadian.

    Dari ribuan bencana yang tercatat telah menyebabkan 4,5 juta orang terdampak dan harus mengungsi, 307 jiwa meninggal dunia, 25 orang hilang, serta 469 orang mengalami luka-luka.

    Selain itu, menyebabkan 35.176 rumah rusak dengan skala ringan hingga berat dan sedikitnya 1.481 fasilitas umum juga terdampak. Kemudian bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tercatat terjadi sebanyak 321 kejadian, lima kali erupsi gunung api.

    Sementara dampak bencana nonalam yakni pandemi Covid-19 hingga Sabtu pukul 15.00 WIB total kasus terkonfirmasi positif mencapai 357.762 orang, 12.431 meninggal dunia, dan 281.592 orang telah dinyatakan sembuh.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips untuk Membersihkan Rumah Saat COVID-19

    Kebersihan rumah menjadi salah satu hal yang penting saat pandemi COVID-19.