Festival Sains dan Budaya 2021 Digelar Daring, Pendaftaran Hingga 1 Desember

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak berakting saat membawakan Tari Janger kreasi dalam Pesta Kesenian Bali ke-38 di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Bali, 22 Juni 2016. Selain mengisi liburan sekolah, juga berguna mengasah kreatifitas sekaligus memupuk kecintaan terhadap kebudayaan tanah kelahiran. TEMPO/Johannes P. Christo

    Seorang anak berakting saat membawakan Tari Janger kreasi dalam Pesta Kesenian Bali ke-38 di Taman Budaya Art Center, Denpasar, Bali, 22 Juni 2016. Selain mengisi liburan sekolah, juga berguna mengasah kreatifitas sekaligus memupuk kecintaan terhadap kebudayaan tanah kelahiran. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Sains dan Budaya terpaksa digelar dalam jaringan atau online pada tahun ini. Festival Sains dan Budaya 2021 adalah yang ketiga diselenggarakan, merupakan gabungan dari Science Project Olympiad (ISPO) dan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI).

    "Tema yang diangkat kali ini adalah kreativitas menembus batas," ujar ketua panitia fetival tahun ini, R.S. Dwi Prajitno Wibowo, dari Eduversal Indonesia dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Sabtu 17 Oktober 2020.

    Dwi menjelaskan pesan dari tema itu adalah meski pandemi membatasi gerak dalam banyak hal tetapi peserta didik tetap semangat untuk berkarya. Itu ditunjukkan di antaranya lewat festival yang pendaftarannya telah dibuka sejak 9 Oktober lalu sampai 1 Desember mendatang tersebut.

    Dwi menjelaskan, untuk ISPO terdapat enam kategori yakni komputer, biologi, fisika, kimia, lingkungan, dan teknologi. Sedangkan untuk OSEBI juga tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yakni menulis puisi, menyanyi, tari kreatif, pembacaan puisi, menulis esai, dan menulis cerita singkat.

    "Ada satu yang berbeda untuk tari kreatif. Kalau tahun lalu, dalam bentuk grup tapi sekarang dilombakan dalam tari kreatif tunggal," kata dia.

    Melalui ISPO, kata dia, siswa didorong untuk dapat mengembangkan kreativitasnya dalam bidang pemikiran kritis dan inovatif. Sedang melalui OSEBI, siswa diasah kompetensi musikalitasnya, kinestetik-artistiknya, kreativitas puitisnya, keunggulan literasinya, dan kesadaran akan besarnya budaya bangsanya.

    "Kedua karakter utama sangat penting bagi siswa, karena memberikan kemantapan dan kematangan jiwa-jiwa muda yang akan melanjutkan perjuangan bangsa menghadapi tantangan pada masa mendatang," kata Dwi.

    Baca juga:
    Cina Memimpin Perlombaan Vaksin Covid-19 Dunia

    FSB 2021 akan diselenggarakan sepenuhnya secara daring, dan akan diikuti oleh para peserta jenjang SD, SMP dan SMA sederajat. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui laman resmi festival seni dan budaya. Pengumuman finalis akan dilakukan pada 23 Desember lalu dilanjutkan pameran virtual, penilaian dan penghargaan pada 19 hingga 21 Februari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips untuk Membersihkan Rumah Saat COVID-19

    Kebersihan rumah menjadi salah satu hal yang penting saat pandemi COVID-19.