Setelah Mentawai, Simeulue Digoyang Dua Gempa yang Berdekatan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi

    Ilustrasi gempa bumi

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah di Mentawai, Sumatera Barat, dua kali gempa berurutan juga terekam terjadi di Simeulue, Aceh, pada hari ini, Senin 19 Oktober 2020. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengukur dua gempa itu berkekuatan Magnitudo 5,4 dan 3,4.

    Gempa yang pertama tercatat terjadi pada pukul 16.38 WIB. Sumbernya diketahui ada di laut, 48 kilometer barat laut Sinabang, ibu kota Simeulue, dengan kedalaman 11 kilometer.

    Tak sampai satu jam berselang, tepatnya pukul 17.21 WIB, gempa kembali terjadi dengan kekuatan yang lebih lemah itu. Sumbernya terdeteksi di wilayah yang sama yakni, 47 kilometer barat laut Sinabang dengan kedalaman lebih dangkal, 7 kilometer.

    Getaran dari gempa yang pertama bisa dirasakan lemah di Banda Aceh atau skala II MMI. Guncangan skala III MMI disebut BMKG dalam situs web resminya hanya dirasakan di Tapaktuan di Kabupaten Aceh Selatan.

    Guncangan di Sinabang justru hanya dirasakan akibat gempa yang kedua, itupun skala II MMI atau getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

    Beberapa jam sebelumnya, dua kali gempa dalam waktu yang berdekatan juga mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kekuatannya lebih besar, yakni 5.6 dan 5,7 dalam skala Magnitudo, dalam selang sekitar 16 menit. 

    Baca juga:
    Peneliti LAPAN: Banjir Besar Jakarta Berpotensi Terulang Awal 2021

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan dua gempa di Mentawai tidak sampai berpotensi tsunami. "Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Pagai Selatan," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Mengajar Saat Covid-19

    Administrasi sekolah harus siap-siap protokol kesehatan Covid-19 untuk melindungi staf pengajar mereka. Berikut tipsnya.