Gempa Dangkal Dieng Terjadi Lagi, Ini Data BMKG

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kubah Masjid terlihat saat ditutupi kabut di Desa Dieng Kulon dan kompleks Candi Arjuna di Dieng Banjarnegara, Jawa Tengah, 2 Agustus 2015. Dataran Tinggi Dieng sering disebut sebagai negeri di atas awan. Aris Andrianto/Tempo

    Sebuah kubah Masjid terlihat saat ditutupi kabut di Desa Dieng Kulon dan kompleks Candi Arjuna di Dieng Banjarnegara, Jawa Tengah, 2 Agustus 2015. Dataran Tinggi Dieng sering disebut sebagai negeri di atas awan. Aris Andrianto/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah gempa dirasakan di beberapa wilayah di Indonesia sepanjang hari ini, Senin 19 Oktober 2020. Satu di antaranya dicatat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG terjadi di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

    Gempa darat Dieng terukur berkekuatan Magnitudo 3,0 yang guncangannya terasa lemah saja di daerah setempat pada pukul 10.55 WIB. BMKG menyebut sumber gempa itu berada di lokasi 16 kilometer sebelah utara Dieng dengan kedalaman 17 kilometer.   

    "Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal belum terpetakan," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG secara terpisah melalui akun media sosial twitter.

    Terakhir kali gempa menggoyang Dieng adalah pada 3 September lalu. Saat itu BMKG melaporkan kalau sebagian masyarakat Dieng bisa merasakan gempa berkekuatan 2,2 M. Sumber gempa diketahui berada 14 kilometer utara Dieng pada kedalaman 10 kilometer.

    Baca juga:
    Setelah Mentawai, Simeulue Digoyang Dua Gempa yang Berdekatan

    Guncangannya setara dengan yang terukur hari ini yakni bisa dirasakan pada intensitas II MMI di mana getaran gempa hanya dirasakan sebagian warga atau bisa diketahui dari benda ringan yang digantung bergoyang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Aman Mengajar Saat Covid-19

    Administrasi sekolah harus siap-siap protokol kesehatan Covid-19 untuk melindungi staf pengajar mereka. Berikut tipsnya.