Top 3 Tekno Berita Kemarin: Relawan Vaksin Covid-19 Sinovac Ada yang Sakit

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter menyuntik vaksin Covid-19 pada relawan saat pelaksanaan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di RS Pendidikan Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis, 6 Agustus 2020. Simulasi uji klinis ini digelar untuk mengetahui alur proses vaksinasi pada relawan yang harus melalui 6 tahapan. TEMPO/Prima Mulia

    Dokter menyuntik vaksin Covid-19 pada relawan saat pelaksanaan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di RS Pendidikan Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis, 6 Agustus 2020. Simulasi uji klinis ini digelar untuk mengetahui alur proses vaksinasi pada relawan yang harus melalui 6 tahapan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin berisi artikel yang melaporkan kalau ada sejumlah relawan uji klinis Vaksin Covid-19 di Kota Bandung jatuh sakit. Pengobatan mereka dipastikan ditanggung oleh tim riset uji klinis itu sembari mereka memantau dan mempelajari efek dari vaksinasi yang sudah diberikan.

    Artikel kedua tentang virus yang lain, yakni norovirus. Dekan FKUI Ari Fahrial Syam memastikannya bukan wabah baru dan pernah pula dilaporkan terjadi di Indonesia. Yang terbaru malah menjadi obyek penelitian tim di Universitas Airlangga Surabaya dan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Mei lalu. 

    Baca juga:
    Nokia Raih Kontrak Rp 208 Miliar Bangun Jaringan 4G di Bulan

    Artikel ketiga berisi prediksi banjir besar di Jakarta pada awal tahun depan. Prediksi tak bicara perihal anomali La Nina dari Samudera Pasifik, tapi potensi kedatangan seruak angin dingin dari Laut Cina Selatan. Seruak angin itu telah beberapa kali berada di balik kejadian banjir besar di ibu kota dan sekitarnya.

    Berikut ini Top 3 Tekno Berita Kemarin selengkapnya,

    1. Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Sakit, Hasil Swab Negatif

    Beberapa relawan uji klinis fase 3 atau final vaksin Covid-19 Sinovac di Bandung dilaporkan mengalami sakit. Tapi, sakitnya relawan itu bukan karena imunisasi.

    “Dia dulu punya hipertensi sekarang kumat, ada yang sakit tipes, rematik, maag,” ujar Menurut Manajer Tim Riset uji vaksin itu dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Eddy Fadlayana, ketika dihubungi, Senin 19 Oktober 2020.

    Menurutnya, relawan yang sakit itu melaporkan ke tim lalu diperiksa dokter rumah sakit dan ditanggung asuransi. Dia juga memastikan hasil swab test relawan yang sakit itu semuanya dinyatakan negatif Covid-19.

    2. Guru Besar UI: Kasus Norovirus juga Pernah Dilaporkan di Indonesia

    Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, norovirus mewabah di Cina. Kasus terbaru, belasan mahasiswa Taiyuan, Provinsi Shanzi, Cina, dilaporkan terjangkit virus tersebut.

    Guru Besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan norovirus sebenarnya bukan virus baru. “Norovirus menjadi salah penyebab utama terjadi infeksi usus akut (gastroenteritis) di seluruh dunia,” ujar dokter spesialis penyakit dalam itu dalam keterangannya, Senin, 19 Oktober 2020.

    Menurut Ari, virus ini juga ada di Indonesia seperti yang dilaporkan oleh peneliti Indonesia di jurnal internasional. Salah satunya yang baru saja dipublikasi di Jurnal of Medical Virology bulan Mei 2020 yang dilaporkan oleh Dr. Juniastuti, dkk dari Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga.

    3. Peneliti LAPAN: Banjir Besar Jakarta Berpotensi Terulang Awal 2021

    Peneliti klimatologi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Erma Yulihastin mengatakan ada potensi banjir besar di Jakarta pada pertengahan Januari 2021. Potensi itu disertai hujan ekstrem dinihari seperti yang pernah terjadi dan memicu banjir pada awal tahun ini.

    Erma membuat prediksi itu berdasarkan pengamatannya terhadap seruak angin yang kuat dari Laut Cina Selatan atau disebut CENS (Cross Equatorial Northerly Surge). Potensi banjir besar disebutnya terjadi pada periode 11-20 Januari dan telah disampaikannya dalam forum pembahasan persiapan banjir Jakarta yang dipimpin BPBD Jakarta dua pekan lalu.

    Baca juga:
    Gempa di Mentawai Meningkat, BMKG Minta Masyarakat Waspada

    Kekuatan aliran CENS, Erma menerangkan, bisa mencapai lebih dari 10 meter per detik di wilayah Jakarta dan sekitarnya. "Diprediksi menguat dan memanjang hingga mencapai seluruh wilayah di Jawa bagian barat dan tengah,” katanya lewat keterangan tertulis, Senin 19 Oktober 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.