Top 3 Tekno Berita Kemarin: Unpad di Antara Kasus Covid-19 Spanyol dan Indonesia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas polisi berbicara kepada orang-orang pada hari pertama jam malam yang ditetapkan sebagai bagian dari keadaan darurat dalam upaya mengendalikan Covid-19, di Barcelona, Spanyol, Senin, 26 Oktober 2020. REUTERS/Nacho Doce

    Seorang petugas polisi berbicara kepada orang-orang pada hari pertama jam malam yang ditetapkan sebagai bagian dari keadaan darurat dalam upaya mengendalikan Covid-19, di Barcelona, Spanyol, Senin, 26 Oktober 2020. REUTERS/Nacho Doce

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin hanya terdiri dari artikel tentang perkembangan Covid-19 dan Universitas Padjadjaran. Perkembangan Covid-19 terbagi menjadi dua, dari Spanyol dan Indonesia.

    Dari Spanyol dilaporkan adanya sebuah penelitian dengan hasil sementara--belum peer review--bahwa telah terjadi mutasi baru virus corona yang menyebar dari Spanyol di Eropa. Sedang dari Indonesia, perhitungan secara statistik menunjukkan kalau jumlah kasus Covid-19 bakal terus bertambah menjadi lebih dari 482 ribu pada pekan pertama November nanti. Per kemarin, sudah ada hampir 407 ribu kasus.

    Baca juga:
    Uji Vaksin Covid-19 di Rusia Dihentikan Karena Kekurangan Dosis

    Satu-satunya yang berbeda adalah artikel dari Unpad yang menerangkan kampus itu untuk pertama kalinya masuk peringkat universitas dunia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education atau THE World University Rankings by Subject 2021. Bagi Unpad, itu adalah capaian penting meski masih berada di kelompok 601+.

    Berikut ini Top 3 Tekno Berita Kemarin, selengkapnya

    1. Virus Bermutasi, Gelombang Kedua Covid-19 di Eropa Berasal dari Spanyol?

    Sebuah studi baru mengungkap mutasi virus corona Covid-19 yang diyakini berasal dari Spanyol telah menyebar ke seluruh Eropa. Virus mutan itu kini menyumbang sebagian besar kasus baru yang dilaporkan di beberapa negara di kawasan itu. 

    Penelitian yang belum ditinjau oleh rekan sejawat itu merinci bagaimana tim ilmuwan internasional telah memantau mutasi virus yang diidentifikasi sebagai 20A.EU1 itu sejak Juni lalu. Selang sebulan, varian baru itu telah terekam pada frekuensi di atas 40 persen di Spanyol. 

    Baca juga:
    Telat Kembangkan Vaksin Covid-19, Ini Kata Perusahaan Farmasi Jepang

    Di tempat lain bahkan telah meningkat dari nilai 'sangat rendah' sebelum 15 Juli menjadi 40-70 persen di Swiss, Irlandia, dan Inggris pada September. Pun di Norwegia, Latvia, Belanda, dan Prancis.

    2. Pertama Kalinya, Unpad Masuk Peringkat Universitas Dunia

    Universitas Padjadjaran untuk pertama kalinya masuk ke dalam pemeringkatan Times Higher Education atau THE World University Rankings by Subject 2021. Pengumuman itu dirilis Rabu, 28 Oktober 2020. Dari 11 klaster bidang ilmu yang dinilai, ada lima milik Unpad yang masuk pemeringkatan.

    Mengutip laman Unpad, kelima bidang ilmu itu adalah Business and Economics di mana kampus ini ditempatkan dalam peringkat 601+, kemudian Cilnical, Pre-clinical, and Health (601+). Tiga lainnya adalah Engineering and Technology (801-1000), Life Sciences (801+), serta Social Sciences (601+).

    Unit Mobile Laboratorium Biosafety Level 3 (Mobile Lab BSL-3) PT Bio Farma di halaman Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu, 22 Juli 2020. Mobile Lab BSL-3 ini berfungsi untuk proses ekstraksi RNA dari spesimen swab pasien Covid-19 dan pemeriksaan melalui RT-PCR masyarakat. Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad akan melakukan uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung awal Agustus 2020. TEMPO/Prima Mulia

    Menurut Rektor Unpad, Rina Indiastuti, pemeringkatan THE World University Rankings itu sangat penting. “Untuk menilai apakah suatu perguruan tinggi dapat dikategorikan sebagai perguruan tinggi terbaik di dunia,” ujarnya Kamis 29 Oktober 2020.

    3. Prediksi Statistik, Kasus Covid-19 Indonesia Awal November Meningkat

    Statistikawan Universitas Padjadjaran, Yuyun Hidayat, memprediksi jumlah kasus Covid-19 di Indonesia berkisar 432.339–482.265 kasus pada kurun 1-7 November 2020. Sementara kasus aktifnya atau mereka yang dirawat di rumah sakit pada periode yang sama antara 47.496–113.109.

    “Sampai 7 November tidak ada perubahan perilaku masyarakat sehingga tidak akan terjadi penurunan, malah peningkatan terus,” ujarnya di acara diskusi daring tentang Covid-19, Kamis 29 Oktober 2020.

    Baca juga:
    Purnatugas si Kobra Laut, Helikopter Serbu Marinir Amerika AH-1W

    Dia berharap prediksinya salah, dan masyarakat mengubah perilakunya dengan menerapkan ketat protokol kesehatan. Namun dari 21 kali prediksi sebelumnya, angka kasus Covid-19 yang dihasilkannya dekat dengan kondisi aktual seperti laporan pemerintah.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.