Update Korban Covid-19, IDI: Maret-Oktober 161 Petugas Medis Wafat

Dokter Dewi dengan dua lapis pakaian pelindung dan jas hujan memeriksa pasien di Puskesmas Tamblong, Bandung, Rabu, 30 September 2020. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan program penguatan puskesmas yang diinisiasi Akmal Taher Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 tetap berlanjut meskipun yang bersangkutan menyatakan mundur. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang wafat akibat Covid-19. Dari Maret hingga Oktober ini, terdapat total 161 petugas medis yang wafat akibat terinfeksi Covid-19, yang terdiri dari 152 dokter dan 9 dokter gigi.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi menerangkan, para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 82 dokter umum (4 guru besar), dan 68 dokter spesialis (6 guru besar). "Serta dua residen yang berasal dari 18 IDI wilayah provinsi dan 69 IDI cabang kota/kabupaten," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2020.

Berdasarkan data provinsi, di Jawa Timur terdapat 33 dokter, Sumatera Utara 23 dokter, DKI Jakarta 24 dokter, Jawa Barat 12 dokter, dan Jawa Tengah 10 dokter, merupakan lima wilayah dengan korban tertinggi dan di atas sepuluh orang. Sementara, di Sulawesi Selatan 7 dokter, Banten 6 dokter, dan Bali 5 dokter.

Provinsi lainnya angkanya lebih kecil, Kalimantan Selatan 4 dokter, Aceh 4 dokter, Riau 4 dokter, Kalimantan Timur 4 dokter, Sumatera Selatan 3 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, Papua Barat 1 dokter, Sumatera Barat 1 dokter, dan Bengkulu 1 dokter. Serta masih ada dua dokter menunggu verifikasi.

Adib yang merupakan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi juga mengatakan aktivitas masyarakat khususnya pada libur akhir pekan laku (long weekend) yang padat dan sebagian besar mengabaikan protokol kesehatan, berpotensi memicu lonjakan kasus Covid-19. "Ini perkiraan akan terlihat dalam kurun waktu sekurang-kurangnya dua minggu mendatang," kata Adib.

Dia juga berkaca pada libur akhir pekan panjang sebelumnya, pada periode Mei yang terjadi lonjakan kasus 41 persen dan Agustus sebesar 21 persen dengan peningkatan rata-rata tes perorangan sepekan sebesar 20 persen. Dan yang perlu diwaspadai, Adib berujar, adalah OTG (Orang Tanpa Gejala) yang berpotensi menularkan pada orang lain tanpa disadari.

Liburan meningkatkan mobilitas manusia, semakin tinggi mobilitas akan meningkatkan transmisi virus. "Kami meminta masyarakat untuk sabar, sadar dan mempunyai daya juang dalam upaya-penanganan pandemi Covid-19 ini dengan berpartisipasi aktif melakukan testing agar dapat melindungi dirinya sekaligus juga orang di sekitar," tutur Adib.






BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

5 jam lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

2 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

2 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

3 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

4 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

5 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

5 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Museum Nyamuk, Museum Unik di Pangandaran, Cocok untuk Liburan Berfaedah

5 hari lalu

Museum Nyamuk, Museum Unik di Pangandaran, Cocok untuk Liburan Berfaedah

Tidak hanya pantai, Pangandaran juga punya museum nyamuk yang bisa menambah wawasan mengenai nyamuk dan ragam penyakitnya.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

5 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

6 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.