Efektivitas Vaksin Covid-19 Oxford Diketahui Sebelum Akhir Tahun Ini

Reporter

Sebuah jarum suntik berisikan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang akan diuji coba pada manusia di Wits RHI Shandukani Research Centre, Johannesburg, Afrika Selatan, 27 Agustus 2020. Vaksin AstraZeneca dikembangkan oleh para peneliti Universitas Oxford. REUTERS/Siphiwe Sibeko

TEMPO.CO, London - University of Oxford, Inggris, menyatakan sudah akan memberikan hasil uji klinis tahap akhir (fase 3) vaksin Covid-19 sebelum akhir tahun ini. Uji klinis vaksin yang dikembangkannya bersama perusahaan farmasi AstraZeneca itu sempat terhenti setelah ada kasus relawannya yang mengalami gangguan saraf sebelum kemudian dinyatakan bisa dilanjutkan kembali.  

Kepala Peneliti Uji Coba Vaksin Oxford, Andrew Pollard, mengatakan hasil apakah vaksin tersebut efektif atau tidak kemungkinan akan dapat diketahui tahun ini juga. Setelah itu, data akan ditinjau para pengawas dan berikutnya, keputusan politik akan dibuat terkait siapa yang akan mendapatkan vaksin tersebut.

Baca juga:
Diam-diam, Badan Ini Bekerja Awasi Uji Klinis Vaksin Covid-19

"Bagian kami - kami semakin dekat ke sana sebelum akhir tahun ini," kata Pollard yang merupakan Direktur Oxford Vaccine Group, Rabu 4 November 2020

Pollard menolak memastikan apakah distribusi vaksin bisa dilakukan lebih cepat dari itu. Dia hanya menjelaskan bahwa apa yang dikembangkan di Oxford adalah satu dari antara sejumlah pengembangan vaksin Covid-19 di dunia yang kemungkinan juga akan memberikan laporan final pada akhir tahun ini. 

Vaksin Oxford/AstraZeneca diperkirakan akan menjadi salah satu vaksin dari perusahaan farmasi besar pertama yang diajukan untuk persetujuan regulasi atau distribusi massal. Kandidat lain dari Pfizer/BioNTech dan Moderna, selain juga yang dikembangkan di Cina.

Pollard mengatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) telah menetapkan standar efikasi vaksin menjadi setidaknya 50 persen--tingkatan yang akan membawa dampak perubahan terhadap pandemi. Namun dia berharap hasil yang didapat bisa lebih dari standar itu demi harapan yang lebih pasti untuk bisa ke luar dari pandemi.

"Tingkat kemanjuran yang sebenarnya tidak diketahui saat ini. Tidak ada seorang pun yang mengabaikan uji coba mereka dan melihat datanya sejauh ini," katanya.

Dalam perkembangan terpisah, regulator kesehatan Brasil, Anvisa, mengizinkan Johnson & Johnson melanjutkan uji klinis vaksin Covid-19 di negara itu. Brasil bergabung dengan Amerika Serikat yang pada bulan lalu telah memutuskan yang sama.

Vaksin J&J merupakan satu dari empat vaksin yang sedang diuji cobakan di Brasil, negara terdampak terburuk ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India. Brasil juga melaporkan kematian Covid-19 tertinggi kedua di dunia.

Baca juga:
Relawan Covid-19 Meninggal di Brasil adalah Dokter Muda, Ini yang Terjadi

Sama seperti vaksin Oxford/AstraZeneca, uji klinis J&J di Brasil dihentikan sementara per 12 Oktober lalu setelah seorang relawannya di Amerika Serikat jatuh sakit. Anvisa mengatakan ketika uji klinis dihentikan, baru sebanyak 12 partisipan di Brasil, yang semuanya berasal dari Rio de Janeiro, menerima satu dosis vaksin atau plasebo.

Sumber: Reuters






Kabur ke AS, Eks Presiden Brasil Kini Makan KFC dan Tinggal di Rumah Kecil

1 hari lalu

Kabur ke AS, Eks Presiden Brasil Kini Makan KFC dan Tinggal di Rumah Kecil

Eks Presiden Brasil, Jair Bolsonaro berada di Amerika Serikat di tengah penyelidikan tentang kerusuhan yang melibatkan dirinya.


Daftar 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia 2023, Meksiko Paling Mengerikan

2 hari lalu

Daftar 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia 2023, Meksiko Paling Mengerikan

Daftar 10 kota paling berbahaya di dunia 2023 yang didominasi dari negara Meksiko, Brasil, dan Venezuela


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

5 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

5 hari lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Diselidiki di Brasil, Bolsonaro Mencari Izin Tinggal Enam Bulan di AS

6 hari lalu

Diselidiki di Brasil, Bolsonaro Mencari Izin Tinggal Enam Bulan di AS

Mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro masuk ke AS dengan visa kunjungan pemimpin dunia yang berakhir pada Selasa 31 Januari 2023


Tak Jadi Syarat Perjalanan, Berikut Info Lengkap Seputar Vaksin Booster Kedua

7 hari lalu

Tak Jadi Syarat Perjalanan, Berikut Info Lengkap Seputar Vaksin Booster Kedua

Vaksin booster kedua tak menjadi syarat perjalanan. Berikut cara mendapatkan vaksin booster dosis kedua, serta jenis vaksin yang tepat.


Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

9 hari lalu

Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

Direktur Pengelolaan Imunisasi, Prima Yosephine Berliana, M.K.M menjawab wacana vaksin booster berbayar yang disampaikan Menteri Kesehatan.


Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

9 hari lalu

Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

Pakar kesehatan membolehkan vaksin campak diberikan bersama vaksin COVID-19, termasuk booster kedua. Ini yang perlu diperhatikan.


Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

10 hari lalu

Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

Arif Nur Muhammad mahasiswa Unair meraih gelar doktor di usia 28 tahun dengan disertasi mengenai Vaksin Covid-19 bebas efek samping dan halal.


Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

11 hari lalu

Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM sudah dicabut akhir 2022, Jokowi meminta masyarakat tetap waspada.