UMM Bertekad Kuasai Final Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Hari Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu peserta final Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2020 di area danau kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melakukan uji coba kapal hasil karyanya dalam lomba 5-7 November 2020. (ANTARA/HO/UMM/END)

    Salah satu peserta final Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2020 di area danau kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melakukan uji coba kapal hasil karyanya dalam lomba 5-7 November 2020. (ANTARA/HO/UMM/END)

    TEMPO.CO, Malang - Sebagai tuan rumah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertekad untuk merajai ajang final Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 5-7 November 2020. Tekad untuk mengulang sukses tahun lalu tersebut disampaikan di sela pembukaan final KKCTBN 2020 di Rays Hotel UMM, Jumat 6 November 2020.

    Fauzan menyatakan bahwa dengan mengikuti kegiatan ini, para peserta telah mengasah dan menyiapkan diri untuk siap berkompetisi. Oleh karenanya, Fauzan mengajak kepada seluruh peserta untuk bisa memanfaatkan kesempatan semaksimal mungkin. “Di masa yang akan datang, saya berharap saudara dapat menjadi ahli-ahli dari yang saat ini saudara lombakan," kata Fauzan.

    Sementara itu, Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional Asep Sukmayadi mengatakan KKCTBN 2020 merupakan salah satu agenda penting Pusat Prestasi Nasional. Kontes kapal cepat ini merupakan wadah untuk mengembangkan inovasi bidang perkapalan yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari bidang ilmu terkait.

    "Berdasarkan hasil evaluasi tahap I dan tahap II, kami memperoleh finalis untuk masing-masing kategori," ujarnya.

    Berbeda dari tahun sebelumnya, KKCTBN 2020 dilakukan secara daring dan luring. Final daring dilakukan untuk Kategori I Desain Inovasi Kapal. Sedangkan final luring dilakukan khusus pada Kategori II meliputi Autonomous Surface Vehicle (ASV), Electric Remote Control (ERC), dan Fuel Engine Remote Control (FERC).

    Sedangkan untuk Kategori III Poser tidak dilaksanakan babak final, namun berupa desk evaluasi satu putaran dan langsung memilih pemenang. "Penyelenggaraan KKCTBN 2020 ini adalah merupakan penyelenggaraan dengan kondisi dan situasi yang mengharuskan menyertakan protokol kesehatan sesuai kondisi pandemi Covid-19,” kata Asep.

    Pada tahun ini, KKCTBN diikuti oleh tim dari 44 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Mereka tersebar sebanyak 46 tim di Kategori I, sebanyak 49 tim di Kategori II, dan 82 tim masing-masing jenis poster atau Kategori III.

    Ilustrasi: Final Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019 yang diselenggarakan di danau kampus III Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. (ANTARA/Endang Sukarelawati)

    KKCTBN 2020 merupakan kerja sama antara Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan mengambil tema "Inovasi Teknologi Kemaritiman dalam Penanganan Covid-19". Tema ini diambil sebagai salah satu bentuk respons dan keterlibatan pendidikan tinggi di Indonesia dalam menangani pandemi yang sedang terjadi saat ini.

    Baca juga:
    Manfaat di Balik Merahnya Mawar Antar Pengukuhan Guru Besar UMM

    Di ajang ini UMM meloloskan timnya di dua nomor lomba, yakni di kategori II, ERC dan FERC. Mereka bersaing di antara 15 tim terseleksi yang terdiri dari 5 Tim ASV, 5 Tim ERC, dan 5 Tim FERC.

    Pada tahun lalu, UMM berhasil mendominasi kemenangan dengan menyabet tiga gelar, yakni peringkat 2 di dua kategori ERC dan FERC dan nominasi tim favorit di kategori FERC.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.