Susul Pfizer, Moderna Sebut Efektivitas Vaksin Covid-19 Hampir 95 Persen

Reporter

Kantor pusat Moderna Therapeutics, yang sedang mengembangkan vaksin virus corona di Cambridge, Massachusetts, AS, 18 Mei 2020. [REUTERS / Brian Snyder]

TEMPO.CO, Jakarta - Satu lagi vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan perusahaan farmasi di Amerika Serikat diklaim efektif berdasarkan hasil sementara data uji klinis fase 3. Kali ini, Senin 16 November 2020, hasil diumumkan Moderna dengan efektivitas vaksinnya yang disebut 94,5 persen.

Moderna langsung mengumumkan itu setelah mendapatkan hasil secara lisan dari Data Safety and Monitoring Board, sebuah panel independen bentukan otoritas kesehatan Amerika Serikat yang menganalisis setiap data uji klinis kandidat vaksin.

Baca juga:
Membandingkan Rantai Distribusi Dingin Vaksin Pfizer dan Lainnya 

"Ini adalah momen terbesar dalam hidup dan karir saya. Ini benar-benar luar biasa mampu mengembangkan vaksin ini dan melihat kemampuan mencegah gejala penyakit ini dengan efikasi yang begitu tinggi," kata Tal Zacks, ketua tim medis Moderna.

Moderna menyusul Pfizer yang pada pekan lalu mengumumkan yang sama--hasil sementara evaluasi uji klinis final--bahwa vaksinnya lebih dari 90 persen efektif melawan Covid-19.

Dalam uji klinisnya, Moderna memberikan plasebo kepada 15 ribu peserta. Dalam beberapa bulan, 90 di antaranya diketahui terjangkit Covid-19 dengan 11 di antara mengalami gejala yang tergolong parah.

Sebanyak 15 ribu peserta lainnya menerima dosis vaksin yang sedang dikembangkan dan diuji, dan hanya lima di antaranya disebutkan tertular infeksi virus corona Covid-19. Itupun tidak ada satupun dari kelimanya yang parah.

Moderna juga menyebutkan kalau vaksin yang dikembangkannya itu tidak memberi efek samping serius. Sebagian kecil saja peserta uji coba vaksin yang diketahui penerima dosis calon vaksin itu mengalami gejala pusing dan sakit kepala.

Segera setelah lebih banyak data dengan hasil yang sama dikumpulkan, Moderna berniat mengajukan otorisasi untuk penggunaan vaksinnya itu dari FDA pada bulan ini juga. Ini sama, mengikuti jejak Pfizer yang segera mengajukan izin penggunaan darurat.

Moderna dan Pfizer memiliki teknik yang sama dalam mengembangkan kandidat vaksin Covid-19. Keduanya mengaktifkan imun tubuh dengan cara memancingnya menggunakan messenger RNA, atau mRNA, yang membawa informasi protein paku virus corona.

Jika seseorang yang telah divaksin belakangan terpapar virus tersebut, antibodi dalam tubuhnya diharap sudah siap mengenali dan langsung menyerangnya. Teknik itu tergolong baru untuk vaksin dan hingga kini belum ada yang dipasarkan di dunia.

Untuk vaksin barunya ini, Moderna telah mengantongi kontrak dari Pemerintah Amerika Serikat senilai $ 1,5 miliar untuk pengembangan vaksin itu dan mengirim 100 juta dosis hasil plus opsi membeli lebih banyak lagi sebanyak 400 juta dosis.

Baca juga:
Begini Uji Klinis Vaksin Covid-19 Diawasi di Amerika Serikat

Di luar itu Moderna berharap bisa mengapalkan sekitar 20 juta dosis di AS saja per akhir 2020 ini. Tahun depan, harapannya bisa produksi lebih dari 500 juta sampai 1 juta dosis untuk dunia.

CNN | NPR






Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

19 jam lalu

Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

Direktur Pengelolaan Imunisasi, Prima Yosephine Berliana, M.K.M menjawab wacana vaksin booster berbayar yang disampaikan Menteri Kesehatan.


Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

1 hari lalu

Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

Pakar kesehatan membolehkan vaksin campak diberikan bersama vaksin COVID-19, termasuk booster kedua. Ini yang perlu diperhatikan.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

2 hari lalu

Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

Arif Nur Muhammad mahasiswa Unair meraih gelar doktor di usia 28 tahun dengan disertasi mengenai Vaksin Covid-19 bebas efek samping dan halal.


Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

2 hari lalu

Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM sudah dicabut akhir 2022, Jokowi meminta masyarakat tetap waspada.


Capaian Vaksin Booster Kedua di Tangerang Selatan Baru 1,47 %, Mestinya 70 %

3 hari lalu

Capaian Vaksin Booster Kedua di Tangerang Selatan Baru 1,47 %, Mestinya 70 %

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan capaian vaksinasi Covid 19 dosis vaksin booster kedua baru mencapai 1,47 persen.


Pakar Kesehatan Ingatkan Manfaat Vaksinasi Booster Kedua

4 hari lalu

Pakar Kesehatan Ingatkan Manfaat Vaksinasi Booster Kedua

Vaksinasi booster kedua sangat bermanfaat untuk melindungi dari risiko terkena COVID-19 sehingga masyarakat perlu segera melengkapi vaksinasi.


DKI Sediakan 60 Ribu Dosis Vaksin Covid Per Hari di 300 Lokasi untuk Vaksinasi Booster Kedua

4 hari lalu

DKI Sediakan 60 Ribu Dosis Vaksin Covid Per Hari di 300 Lokasi untuk Vaksinasi Booster Kedua

DKI Jakarta menyediakan total sekitar 60 ribu dosis vaksin COVID-19 per hari di 300 lokasi untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi dosis keempat.


Vaksinasi Booster Kedua untuk Umum Mulai 24 Januari, Cek Syaratnya

5 hari lalu

Vaksinasi Booster Kedua untuk Umum Mulai 24 Januari, Cek Syaratnya

Masyarakat sudah bisa vaksinasi booster kedua mulai 24 Januari 2023 sebagai upaya percepatan vaksinasi dan meningkatkan proteksi terhadap COVID-19.


Chris Hemsworth Berpotensi Kena Alzheimer, Bagaimana Cara Menangani Penyakit Ini?

7 hari lalu

Chris Hemsworth Berpotensi Kena Alzheimer, Bagaimana Cara Menangani Penyakit Ini?

Chris Hemsworth berisiko kena Alzheimer. Bagaimana cara menangani penyakit yang berupa perubahan pada otak ini?