Statistikawan Unpad: Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Menurun

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas kesehatan mengambil sampel darah anggota PPS saat mengikuti rapid test di Balai Kota Depok,  Senin, 16 November 2020. Rapid test COVID-19 ini guna memastikan kondisi sehat dan siap bertugas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok pada 9 Desember 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas kesehatan mengambil sampel darah anggota PPS saat mengikuti rapid test di Balai Kota Depok, Senin, 16 November 2020. Rapid test COVID-19 ini guna memastikan kondisi sehat dan siap bertugas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok pada 9 Desember 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Bandung - Statistikawan dari Universitas Padjadjaran, Yuyun Hidayat, menilai analisis berdasarkan data harian kasus Covid-19 di Indonesia bersifat menyesatkan alias misleading. Alasannya, pergerakan datanya cenderung bersifat fluktuatif atau gonjang-ganjing.

    “Misleading artinya kita akan tersesat jika membuat interpretasi berdasarkan pergerakan data harian karena terjebak di kekinian dan kedisinian,” katanya lewat keterangan tertulis, Senin 16 November 2020.

    Baca juga:
    Ini Sebab Vaksin Pfizer Sulit Sampai ke Pelosok Indonesia

    Yuyun mencontohkan data kasus baru harian pada minggu ke-33  yaitu periode 11-17 Oktober 2020 terjadi tren kenaikan. Angkanya yaitu 3.267 kasus, kemudian 3.906, 4.127, 4.411, 4.301, dan 4.301 kasus harian.

    Namun ketika diamati secara mingguan dari pekan ke-32 pada kurun 4-10 Oktober, terjadi sebaliknya. Dari catatan Yuyun, data kasus baru mingguan justru mengalami penurunan dalam 4 pekan berturut-turut atau selama sebulan.

    Waktunya terhitung sejak minggu ke-32 dengan 29.446 kasus baru, lalu menurun mulai pekan ke-33 sebanyak 28.810 pada periode 11-17 Oktober. Selanjutnya pada pekan ke-34 total kasus positif Covid-19 sebanyak 28.218 orang per 18–24 Oktober.

    Pada sepekan berikutnya 24.108 kasus, lalu pekan ke-36 sebanyak 23.748 kasus pada periode 1-7 November 2020. “Dan berujung tidak happy ending karena terjadi kenaikan lagi pada minggu lalu,” katanya.

    Pada minggu ke-37 kasusnya melonjak jadi 29.171 per 8–14 November. Peningkatan kasus itu, menurutnya, disebabkan delay effect dari peristiwa libur panjang.

    Seharusnya, menurut Yuyun, masyarakat perlu mendapat pujian karena selama 4 pekan berturut-turut sebelumnya angka kasus Covid-19 terus menurun. Masyarakat dinilainya sudah mulai menunjukkan perubahan ke arah adaptasi kebiasaan baru. “Itu prestasi yang sepi penghargaan,” ujarnya.

    Baca juga:
    Susul Pfizer, Moderna Sebut Vaksin Covid-19 Miliknya Efektif Hampir 95 Persen

    Sayang selama ini menurutnya sudah terlalu banyak pemberitaan yang menggaungkan ketidaktaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Termasuk ulah beberapa kelompok yang mempertontonkan kerumunan massa.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.