Warga Tangkap dan Laporkan Sepasang Induk dan Anak Kuskus Beruang Sulawesi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuskus Beruang Sulawesi yang dilepasliarkan Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumehai, Selasa 17 November 2020. (ANTARA/HO-Balai Taman Nasional RAW)

    Kuskus Beruang Sulawesi yang dilepasliarkan Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumehai, Selasa 17 November 2020. (ANTARA/HO-Balai Taman Nasional RAW)

    TEMPO.CO, Kendari - Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, melepasliarkan sepasang induk dan anak Kuskus Beruang Sulawesi, Selasa 17 November 2020. Keduanya ditemukan dan ditangkap warga Desa Wundumbolo, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, yang hendak memetik jambu mete di kebun tiga hari sebelumnya.

    Kepala Balai TNRAW Ali Bahri dalam keterangan pers di Kendari, Selasa malam, menerangkan bahwa evakuasi dan lepas liar didahului oleh laporan warga desa itu. Dia juga menyebutkan mamalia dengan nama latin Ailurops ursinus tersebut adalah spesies endemik di Pulau Sulawesi dan sekitarnya.

    Satwa jenis marsupialia dari famili Phalangeridae ini dikenal hidup di hutan tropis dataran rendah yang lembap dan karenanya dilepasliar di hutan yang dianggap sesuai yakni di kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II. Sebelum dilepasliarkan, satwa tersebut dirawat terlebih dahulu di Kantor SPTN II untuk mengetahui kesehatan dan kesiapan dari satwa liar tersebut.

    "Kurang lebih selama dua hari satwa kuskus ini dipantau oleh petugas dan dilakukan pemeriksaan terhadap kesehatannya, pengamatan perilaku, dan pemberian pakan," kata Ali Bahri.

    Baca juga:
    BKSDA Selamatkan Ikan Duyung Betina yang Terluka

    Dia mengapresiasi adanya laporan dari warga atas penangkapan sepasang induk dan anak Kuskus Beruang Sulawesi. "Kami memang berharap masyarakat ikut melestarikan dan menjaga keberadaan satwa-satwa tersebut serta melaporkan kepada call centre TNRAW 082191685920 maupun nomor petugas taman nasional apabila ada gangguan terkait kawasan taman nasional dan satwa liar yang dilindungi," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.