Satu Hari, WhatsApp Baru dengan Pesan Menghilang Sudah Diunduh 5 Miliar Kali

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • WhatsApp uji pembaruan berupa fitur baru di antaranya nada dering baru di Grup dan pencarian atau search the web. (ANTARA/WhatsApp)

    WhatsApp uji pembaruan berupa fitur baru di antaranya nada dering baru di Grup dan pencarian atau search the web. (ANTARA/WhatsApp)

    TEMPO.CO, JakartaFitur baru WhatsApp disappearing messages atau pesan menghilang otomatis sudah tersedia bagi pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Versi pembaruan WhatsApp berisi fitur itu telah tersedia di Google Play sejak 18 November 2020 dan hingga kini terpantau telah diunduh sekitar 5 miliar kali.

    Pembaruan versi 2.20.207.3 tersedia di Google Play mobile bisa diakses di ponsel sejak kemarin, atau 12 hari setelah fitur tersebut resmi diluncurkan oleh aplikasi pesan dan percakapan milik Facebook itu pada 6 November lalu. Kapasitas file-nya sekitar 13 megabytes bervariasi tergantung jenis perangkat.

    Baca juga:
    Fitur Pesan Menghilang di WhatsApp, Ini Cara Kerjanya

    WhatsApp menyatakan, menambahkan fitur barunya itu--yang sudah ada di Snapchat dan Instagram--untuk membuat percakapan terasa sedekat mungkin secara langsung, yang berarti pesan tidak harus bertahan selamanya. “Itulah mengapa kami sangat senang memperkenalkan opsi untuk menggunakan pesan menghilang di WhatsApp,” kata WhatsApp Inc di blog resminya.

    Saat pesan menghilang diaktifkan, pesan baru yang dikirim ke obrolan akan hilang setelah 7 hari, membantu percakapan terasa lebih ringan dan lebih pribadi. 

    Dalam obrolan satu lawan satu atau japri, salah satu orang dapat mengaktifkan atau menonaktifkan pesan yang hilang. Dalam grup, admin akan memegang kendali dan bisa mengaktifkan atau menonaktifkan fitur pesan menghilang dimaksud.

    Baca juga:
    Mengenal Fleets, Fitur Baru Tweeter Mirip Pesan Menghilang WhatsApp

    "Kami memulai dengan 7 hari karena menurut kami ini menawarkan ketenangan pikiran bahwa percakapan itu tidak permanen, namun tetap praktis sehingga Anda tidak melupakan apa yang Anda bicarakan," kata WhatsApp.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.