Target Jokowi, Indonesia Punya 9 Juta Talenta Digital Hingga 2035

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjajal teknologi virtual reality di Jakarta Digital Valley, di Komplek Perkantoran Telkom Hub, Jakarta, 1 November 2018. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjajal teknologi virtual reality di Jakarta Digital Valley, di Komplek Perkantoran Telkom Hub, Jakarta, 1 November 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID) menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan banyak pelatihan untuk mengasah kemampuan sumber daya manusia bidang informasi teknologi. “Agar mampu memenuhi kebutuhan 9 juta talenta digital hingga 2035,” ujar dia, Rabu, 18 November 2020.

    Dalam acara yang digelar melalui video konferensi itu, Jokowi menjelaskan bahwa pelatihan untuk mendukung percepatan ekonomi digital yang memang membutuhkan sumber daya manusia digital dalam jumlah besar. “Karena itu, pengembangan SDM IT tidak bisa ditunda-tunda lagi,” kata Jokowi.

    Baca juga:
    Google Janji Bantu Modal UMKM dan Pemuda Indonesia Rp 155 Miliar

    Mantan wali kota lalu gubernur dan kini presiden yang sudah berkuasa di periodenya yang kedua itu menerangkan, upaya untuk memenuhi target 9 juta talenta digital nasional tersebut tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah. Karena harus dilakukan bersama-sama, baik oleh pemerintah, perguruan tinggi, maupun swasta.

    Selain itu, Jokowi mengatakan, Indonesia juga perlu meningkatkan literasi digital untuk menyiapkan masyarakat, terutama generasi muda agar menggunakan internet dengan baik dan aman. “Serta bertanggung jawab, bebas dari misinformasi dan disinformasi, dan memerangi hoax atau berita bohong,” katanya menuturkan.

    Menurut Jokowi, literasi digital yang baik akan mendorong pemanfaatan teknologi digital ke arah yang positif. Alasannya, bisa meningkatkan produktivitas dan pembelajaran jarak jauh, mendorong kegiatan sosial, filantropi, penggalangan donasi untuk kemanusiaan, serta meningkatkan gerakan kepedulian, solidaritas, dan gotong-royong.

    “Saya berharap berbagai inisiatif seperti Google for Indonesia 2020 akan terus bermunculan untuk berkontribusi bagi pengembangan SDM Indonesia di bidang IT, untuk membantu UMKM mengembangkan bisnis dan mampu naik kelas, serta bangkit dan maju bersama untuk Indonesia maju,” ujar pengusaha bidang mebel itu.

    Presiden Joko Widodo membuka acara Digital Startup Connect 2018 di Balai Kartini, Jakarta, 7 Desember 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Dalam acara yang sama, Country Director Google Cloud Indonesia Megawaty Khie menjelaskan bahwa, setelah Google Cloud Region Jakarta diresmikan pada Juni 2020 lalu, Google telah mengadakan 150 ribu training lab dan melatih seribu orang dalam kesiapan cloud. Program yang ditargetkan selesai pada akhir tahun itu, kata Megawati, sudah terlaksana pada Oktober lalu.

    Menurut Megawati, Google membantu para pekerja yang memiliki motivasi dalam menambah kemampuan dan keterampilan mulai dari komputasi cloud hingga kecerdasan buatan (AI).

    Baca juga:
    LIPI Adu 39 Finalis LKIR dan 40 Penelitian Remaja Tahun Ini

    "Pelatihan seribu orang dalam hal kesiapan cloud merupakan bagian dari program Digital Talent Scholarship dari Kominfo untuk membangun SDM yang bisa membantu perusahaan, baik besar maupun kecil, untuk bertumbuh dan berkembang dengan bantuan Cloud,” katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.