Antusias Tinggi, Lomba Bikin Website dengan Konten Aksara Sunda Diperpanjang

Reporter

Editor

Erwin Prima

Seorang pria sedang membaca tulisan aksara sunda kuno, di depan Prasasti Batutulis yang berdiri setinggi 151 cm, dengan lebar dasar 145 cm dan ketebalan antara 12-14 cm, Bogor, 24 Februari 2015. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Pendaftaran lomba pembuatan website berdomain aksara Sunda akan diperpanjang. Seperti dalam pengumumannya sebelumnya, lomba ini sebagian atau seluruh isi kontennya menggunakan aksara Sunda.

Lomba ini  diselenggarakan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama pegiat aksara Sunda dari Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Universitas Padjadjaran (PDP-BS Unpad). Jika sebelumnya pendaftaran dan batas akhir submit konten ditutup tanggal 25 November, maka diperpanjang hingga tanggal 31 Januari 2021.

Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan bagi para calon peserta agar lebih matang menyiapkan materi. Selain itu, peserta pun dapat bertambah, terutama dari masyarakat yang ingin berkontribusi pada lomba tersebut.

PANDI menggelar lomba membuat website dengan konten aksara Sunda. Kredit: PANDI

Cahyana Ahmadjayadi, tokoh budaya Sunda, mengatakan bahwa lomba website tersebut mendapatkan animo tinggi di kalangan masyarakat. Dari hasil diskusi dengan teman-teman pegiat aksara Sunda, diputuskan untuk melakukan perpanjangan masa pendaftaran lomba. Perpanjangan pendaftaran lomba ini untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum berpartisipasi agar bisa ikut mendaftarkan diri, ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang juga tokoh Pendiri PANDI tersebut menambahkan, perpanjangan masa lomba pun memberikan kesempatan peserta dalam menyiapkan karyanya. “Kami sepakat untuk bisa memberikan waktu lebih bagi peserta untuk bisa menyiapkan dan mengirimkan karyanya, khususnya bagi peserta yang sudah mendaftar, namun belum mengisi konten di website-nya, sehingga konten-kontennya bisa terisi penuh dan variatif, ungkap Cahyana.

Penggunaan aksara Sunda pada website menjadi syarat penting yang harus dipenuhi agar aksara Sunda bisa didaftarkan dan disahkan oleh lembaga internet dunia. Lomba ini dapat memperkaya publikasi aksara Sunda di internet, juga untuk memelihara bahasa ibu karena sebagian besar konten peserta lomba menggunakan basa Sunda. Hal ini disampaikan oleh Mohamad Shidiq Purnama selaku CRO PANDI.

“Dari pengalaman kami saat ini, dalam perjalanan mendaftarkan aksara Jawa ke ICANN, ada beberapa syarat yang harus kita penuhi. ICANN akan melihat apakah aksara tersebut masih banyak digunakan hingga kini dengan menjaring konten-konten website yang menggunakan aksara daerah,” ungkapnya.

Shidiq menambahkan bahwa keberadaan konten-konten beraksara daerah sangat penting untuk bisa meyakinkan ICANN, agar proses pendaftarannya bisa berjalan lancar. “Peran masyarakat dalam menuturkan aksara Sunda sangat penting, karena bisa membantu kami dalam persyaratan yang diberikan ke ICANN agar pendaftaran aksara Sunda bisa berjalan dengan lancar nantinya,” pungkas Shidiq.

Lomba website beraksara Sunda rencananya akan ditutup tanggal 31 Januari 2021, sedangkan penjurian akan dilakukan mulai dari tanggal 1 hingga 15 Februari, dan pengumuman akan dilaksanakan tanggal 21 Februari, bertepatan dengan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional. Momentum pengumuman ini sangat tepat, karena setiap tanggal 21 Februari, UNESCO menyelenggarakan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional sebagai upaya untuk memelihara bahasa ibu di dunia.






PANDI Kejar 1 Juta Nama Domain .id Tahun 2023

1 hari lalu

PANDI Kejar 1 Juta Nama Domain .id Tahun 2023

PANDI mengungkap total jumlah nama domain .id meningkat sekitar 30 persen dari yang sebelumnya 554.330.


UNESCO: Pembunuhan Jurnalis Naik 50 Persen pada 2022

9 hari lalu

UNESCO: Pembunuhan Jurnalis Naik 50 Persen pada 2022

Tingkat impunitas untuk pembunuhan jurnalis secara global dilaporkan tetap sangat tinggi yaitu 86 persen


Selain Dangdut, Jaya Suprana Upayakan Kecapi Suling Dapat Pengakuan UNESCO

20 hari lalu

Selain Dangdut, Jaya Suprana Upayakan Kecapi Suling Dapat Pengakuan UNESCO

Jaya Suprana, pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia akan berkordinasi dengan Unpad untuk memberikan penghargaan pada guru besar pemain kecapi suling.


Mengenal IP Address dan Fungsinya dalam Jaringan Internet

20 hari lalu

Mengenal IP Address dan Fungsinya dalam Jaringan Internet

IP Address adalah identitas komputer berupa deretan bilangan biner 32 bit hingga 128 bit.


2 Kelurahan di Padang Menerima Penghargaan Kelurahan Siaga Tsunami dari UNESCO-IOC

28 hari lalu

2 Kelurahan di Padang Menerima Penghargaan Kelurahan Siaga Tsunami dari UNESCO-IOC

Dua kelurahan di Padang mendapatkan pengakuan dari UNESCO-IOC sebagai keluarahan siaga tsunami atau Tsunami Ready Community (TRC).


Golok Banten Didaftarkan sebagai Warisan Dunia ke Unesco, Tim Datangi Museum Amsterdam

39 hari lalu

Golok Banten Didaftarkan sebagai Warisan Dunia ke Unesco, Tim Datangi Museum Amsterdam

Tim Golok Polda Banten mendaftarkan Golok Banten sebagai warisan budaya dunia ke Unesco.


31 Tahun Destinasi Wisata Indonesia Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO, Mana Lagi Selain Borobudur?

46 hari lalu

31 Tahun Destinasi Wisata Indonesia Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO, Mana Lagi Selain Borobudur?

Selain Candi Borobudur, terdapat 3 destinasi wisata Indonesia lain terdaftar dalam Warisan Dunia UNESCO. Apa sajakah itu yang ditetapkan 31 tahun lalu


Hari HAM Sedunia: UNESCO, LBH Pers dan Komnas HAM Soroti Tantangan Kebebasan Pers di Era Digital

47 hari lalu

Hari HAM Sedunia: UNESCO, LBH Pers dan Komnas HAM Soroti Tantangan Kebebasan Pers di Era Digital

UNESCO, HAM RI dan LBH Pers selenggarakan seminar "Jurnalisme di Bawah Kepungan Digital". Tantangan kebebasan pers era digital saat Hari HAM Sedunia.


Kemendikbud Upayakan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Lolos ICH UNESCO

48 hari lalu

Kemendikbud Upayakan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Lolos ICH UNESCO

Indonesia harus bisa memanfaatkan konvensi Intangible Cultural Heritage (ICH) 2003 untuk mendukung diplomasi budaya dengan negara-negara lain.


Aksara Kawi dan Pegon Siap Masuk Pembakuan Digital Nasional 2023

59 hari lalu

Aksara Kawi dan Pegon Siap Masuk Pembakuan Digital Nasional 2023

PANDI telah menyerahkan dokumen RSNI untuk pembakuan fon dan papan ketik aksara Kawi dan Pegon ke BSN dan Kementerian Perindustrian.