Top 3 Tekno Berita Kemarin: Kapal Selam Tenaga Listrik Milik Kartel Narkoba

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Potongan video US Coast Guard melompat ke kapal selam penyelundup narkoba di Samudra Pasifik.[NBC News]

    Potongan video US Coast Guard melompat ke kapal selam penyelundup narkoba di Samudra Pasifik.[NBC News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin berisi artikel yang beragam tentang modus penipuan online 'salah isi pulsa' yang viral di grup percakapan WhatsApp, pangan lokal, dan inovasi kapal selam kartel narkoba. Artikel pertama yang paling populer di kanal ini kemarin, berisi tanggapan dari WhatsApp.

    Artikel top kedua perihal cerita empat pemuda menginisiasi penyelamatan pangan lokal untuk mengatasi krisis sosial ekologi di daerah mereka masing-masing. Cara yang mereka tempuh untuk itu beragam satu sama lain, mengikuti latar belakang profesi sebelumnya atau keahlian yang dimiliki. 

    Slot terakhir Top 3 Tekno diisi artikel temuan narcosub atau kapal selam milik kartel narkoba di Kolombia. Berbeda dengan yang pernah dicegat atau ditemukan sebelumnya, kapal senilai sekitar Rp 21 miliar ini lebih besar dan canggih.

    Berikut ini Top 3 Tekno Berita Kemarin selengkapnya,

    1. Viral Penipuan Online Salah Isi Pulsa, WhatsApp: Jangan Sembarang Klik Tautan

    Menanggapi viralnya pesan yang memperingatkan pengguna mengenai modus penipuan online ‘salah isi pulsa’, WhatsApp mengimbau kepada para pengguna agar berhati-hati dan tidak sembarang mengklik tautan mencurigakan dari pengirim tak dikenal.

    “Jangan membagikan One-Time Password (OTP) — kode verifikasi atau kata sandi, biasanya terdiri dari 6 digit karakter — ke siapa pun, apapun alasannya,” ujar perwakilan WhatsApp Indonesia melalui pesan pendek, Senin, 23 November 2020.

    Sebelumnya, sebuah pesan beredar menyebutkan nama Radith Pratama yang menceritakan pengalamannya dan mengingatkan agar berhati-hati terhadap pesan mencurigakan. “Modusnya salah ngisi pulsa ke nomer kita, lalu dia ngirim cara untuk ngembaliin pulsa,” bunyi pesan itu.

    2. Simak Cara 4 Pemuda Selamatkan Pangan Lokal di 4 Daerah

    Sebanyak empat pemuda di Indonesia menginisasi penyelamatan pangan lokal untuk mengatasi krisis sosial ekologi. Mereka adalah Maria Loretha dan Disky Senda di Nusa Tenggara Timur, Charles Totto di Papua, dan Modesta Wisa di Kalimantan Barat.

    Mereka bertemua berbagi cerita perjuangan yang mereka lakukan dalam acara Seri Diskusi “CangKir KoPPI” atau “Berbincang dan Berpikir Kreatif Kelompok Perempuan dan Pemuda Inspiratif”. Acara webinar yang dimoderatori Paramita Iswari tersebut diadakan The Samdhana Institute pada Senin 23 November 2020.

    Dalam diskusi dengan topik “Ketahanan Pangan Lokal untuk Mengatasi Krisis Sosial Ekologi”, Maria Loretha menceritakan perjuangannya mengumpulkan benih tanaman lokal di Flores sejak 2007. “Kita omong kosong berdaulat pangan tanpa berdaulat benih. Omong kosong juga jika memiliki bank benih atau lumbung benih, tetapi tidak menanamnya,” katanya.

    3. Terungkap, Kapal Selam Narkoba Bertenaga Listrik dan Lebih Besar

    Militer Kolombia, bekerja sama dengan Badan Narkotika Amerika Serikat (DEA), menemukan kapal selam narkoba atau narcosub jenis baru. Kapal itu disebutkan berkapasitas lebih besar daripada yang diketahui selama ini, plus kemampuan baru: menyelam sepenuhnya di bawah air meski hanya untuk periode tertentu.

    Narcosub atau kapal selam milik kartel narkoba di Kolombia. Foto/twitter.com

    Narcosub baru, terbesar yang pernah terungkap, itu didapati di perairan pantai Kolombia pada 5 November 2020. Kapal dengan nilai konstruksi diperkirakan $1,5 juta atau setara Rp 21 miliar itu ditemukan di 'galangannya' yang berada di balik tutupan tenda.

    Baca juga:
    Kapal Perang Amerika Cegat Narcosub, Kapal Selam Kartel Narkoba 

    Seperti yang tampak dari foto-fotonya yang diunggah @ArmadaColombia di Twitter, kapal dengan empat bilah baling-baling itu memiliki lambung silinder yang sepenuhnya tertutup, dengan anjungan heksagonal dan jendela untuk navigasi. Kapal selam ini dipastikan bertenaga listrik karena memiliki ruang untuk rangkaian baterai seberat kira-kira 10 ton.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.