Pandemi Covid-19, ITB Lanjutkan Kuliah Daring Satu Semester Lagi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kampus ITB (Institut Teknologi Bandung). FOTO/ISTIMEWA

    Ilustrasi kampus ITB (Institut Teknologi Bandung). FOTO/ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melanjutkan kuliah secara online (dalam jaringan) pada semester dua tahun akademik 2020/2021. “Kuliah tatap muka di Kampus Ganesha kemungkinan besar belum akan dilaksanakan sampai pertengahan 2021,” kata Rektor ITB Reini Wirahadikusumah.

    Sejak 16 Maret lalu kampus bersimbol Gajah Ganesha itu telah menerapkan kuliah daring karena pandemi Covid-19. Pihak rektorat kini sedang melakukan kajian akhir bersama para Dekan, Ketua Program Studi, dan unit pendukung lain soal kegiatan pembelajaran di ITB pada Semester 2 Tahun Akademik 2020/2021.

    Baca juga:
    Dosen Perempuan ITB Menangi LIPI Young Scientist Award 2020

    “Pengumuman resmi akan disampaikan pada minggu ketiga Desember 2020,” katanya melalui keterangan tertulis, Jumat, 4 Desember 2020.

    Sebelumnya pada Semester 1/2020-2021, ITB telah membuka akses terbatas ke Kampus Ganesha. Akses hanya untuk kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa di tingkat pasca sarjana. Pada Semester 2/2020-2021, akses ke kampus ITB rencananya akan diperluas hingga mencakup pula mahasiswa tingkat sarjana.

    “Namun terbatas untuk kegiatan penelitian atau tugas akhir dan praktikum,” ujar Reini. Adapun untuk kegiatan kuliah tatap muka, rencananya hanya akan dilaksanakan di Kampus ITB di Jatinangor, Sumedang, hanya bagi mahasiswa pasca sarjana.

    Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri  tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

    Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, mengatakan kebijakan itu membolehkan perkuliahan secara campuran (hybrid learning), yaitu daring dan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Perkuliahan tatap muka serta kegiatan akademik lainnya yang diizinkan yaitu berbentuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat.

    Terpisah, Kepala Kantor Komunikasi Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Dandi Supriadi mengatakan perkuliahan tatap muka atau kegiatan di dalam kampusnya juga hanya berlaku terbatas. Diantaranya bagi mahasiswa tingkat akhir yang memerlukan kegiatan di laboratorium atau fasilitas lain yang berhubungan dengan penelitian.

    Baca juga:
    Rektor Positif Covid-19, Dosen-Staf Test Massal dan Kampus Lockdown 

    “Atau mahasiswa pasca sarjana yang harus bertemu dengan  promotor di kampus,” katanya. Rektor Unpad akan mengeluarkan keputusan baru untuk perkuliahan semester genap 2021.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.