Harimau di Ladang Ternyata Hasil Lepas Liar, BKSDA Minta Maaf

Reporter

Pelepasliaran sepasang harimau sumatera oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dan tim dari Yayasan ARSARI Djojohadikusumo, Kamis 26 November 2020. (ANTARA/HO-KLHK)

TEMPO.CO, Jakarta - Satu dari dua ekor harimau yang didapati berkeliaran di dua kampung di Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, adalah harimau yang hampir dua pekan sebelumnya dilepas liar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Harimau-harimau itu disebut telah menerkam empat anjing dan seekor itik, selain menebar kecemasan di antara penduduk setempat.

Satu harimau itu teridentifikasi lewat belangnya dan ditegaskan melalui tanda pengenal berupa gelang. Pencocokan dilakukan segera setelah harimau betina itu masuk perangkap berisi anjing yang sudah disiapkan di Jorong Rawang Gadang pada Minggu, 6 Desember 2020. Konfirmasi juga telah disampaikan Manajer Operasional PR-HSD ARSARI, Kartika Amarilis, yang terlibat dalam pelepasliaran maupun upaya penangkapan kembali itu.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan identifikasi, harimau tersebut merupakan harimau yang pernah dilepasliarkan pihak BKSDA Sumatera Barat bersama tim gabungan lainnya beberapa waktu lalu," kata Kartika yang juga dokter hewan itu di Arosuka, Minggu 6 Desember 2020.

Mendapati hasil identifikasi itu, Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Rully Permana langsung menyampaikan permohonan maaf. Ia menyebut kejadian itu tidak dikehendaki dan mengakui warga di Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek menjadi terganggu aktivitas ekonominya karena takut ke luar rumah.

Harimau Sumatera berada di ladang markisa di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. (ANTARA/Iggoy El Fitra)

"Atas nama BKSDA Sumatera Barat mewakili pimpinan dan rekan-rekan yang masih bertugas di Jorong Lurah Ingu hari ini, kami menyampaikan permohonan maaf," kata dia saat masih menunggui perangkap untuk harimau yang kedua, Minggu.

Baca juga:
Kakak Beradik Harimau Sumatera Dilepas Liar Kembali di Sumatera Barat

Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, memang berbatasan langsung dengan suaka margasatwa Tarusan Arau Hilir di bagian utara dan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di bagian selatan. Warga setempat pun memberi kesaksian kalau sehari sebelum harimau terlihat, mereka menyaksikan sejumlah kendaraan khusus gardan ganda masuk ke kawasan hutan melewati kampung mereka.






Camat Payakumbuh Timur Dimutasi Gara-gara Buat Konten ala Citayam Fashion Week

3 hari lalu

Camat Payakumbuh Timur Dimutasi Gara-gara Buat Konten ala Citayam Fashion Week

Camat Payakumbuh Timur, Dewi Nurita dimutasi setelah bergaya ala Citayam Fashion Week. Padahal ia tengah siapkan diri sebagai camat terbaik se-Sumbar.


Melawat ke Padang? 7 Destinasi Wisata Kota Padang yang Wajib Dikunjungi

5 hari lalu

Melawat ke Padang? 7 Destinasi Wisata Kota Padang yang Wajib Dikunjungi

Padang tak hanya dikenal dengan kenikmatan makanannya, tapi destinasi wisata Kota Padang juga dikenal indah yang memanjakan mata.


Hari Ini Kota Padang Ulang Tahun ke 353, Berikut 8 Keunikannya

5 hari lalu

Hari Ini Kota Padang Ulang Tahun ke 353, Berikut 8 Keunikannya

Rumah Makan Padang yang dapat dijumpai di penjuru daerah di Indonesia malahan tak akan ditemui di kotanya sendiri, Kota Padang.


BKSDA Melepasliarkan Burung Kacer di Gunung Poteng Singkawang

5 hari lalu

BKSDA Melepasliarkan Burung Kacer di Gunung Poteng Singkawang

Puluhan burung yang dilepasliarkan adalah merupakan hasil penangkaran burung CV Enggang, salah satu penangkar binaan BKSDA Kalbar.


7 Agustus 1669 Kelahiran Kota Padang, Mengingat Lagi Perlawanan Rakyat Minangkabau Lawan Belanda

5 hari lalu

7 Agustus 1669 Kelahiran Kota Padang, Mengingat Lagi Perlawanan Rakyat Minangkabau Lawan Belanda

Awalnya, Kota Padang hanyalah perkampungan nelayan di muara Batang Arau. Setelah Belanda masuk di bawah VOC, kawasan ini pun menjadi pelabuhan ramai.


Jasad Remaja Dekat Buaya di Danau Tolire, BKSDA Tegaskan Bahaya dan Larangan Ini

7 hari lalu

Jasad Remaja Dekat Buaya di Danau Tolire, BKSDA Tegaskan Bahaya dan Larangan Ini

BKSDA telah mengevakuasi jasad seorang remaja dari Danau Tolire pada Kamis


Harga Tiket Pulau Komodo Resmi Naik jadi Rp 3,75 Juta: Konservasi atau Komersialisasi?

7 hari lalu

Harga Tiket Pulau Komodo Resmi Naik jadi Rp 3,75 Juta: Konservasi atau Komersialisasi?

Pemerintah berkukuh menerapkan harga baru tiket Pulau Komodo sebesar Rp 3,75 juta per orang. Apakah ini langkah konservasi atau komersialisasi?


Tiket Pulau Komodo Resmi Naik jadi Rp 3,75 Juta: Konservasi atau Komersialisasi?

7 hari lalu

Tiket Pulau Komodo Resmi Naik jadi Rp 3,75 Juta: Konservasi atau Komersialisasi?

Pemerintah berkukuh menerapkan harga baru tiket Pulau Komodo sebesar Rp 3,75 juta per orang. Apakah ini langkah konservasi atau komersialisasi?


Rekomendasi 8 Destinasi Wisata Makassar, Kerajaan Kupu-kupu Bantimurung

8 hari lalu

Rekomendasi 8 Destinasi Wisata Makassar, Kerajaan Kupu-kupu Bantimurung

Makassar memiliki banyak destinasi wisata unggulan, sebut saja Pantai Losari hingga Taman Nasional Bantimurung. Pernah ke Leang-leang?


AS Larang Lihat Pohon Tertinggi di Dunia, yang Nekat Didenda Rp74 Juta

9 hari lalu

AS Larang Lihat Pohon Tertinggi di Dunia, yang Nekat Didenda Rp74 Juta

Taman Nasional Amerika Serikat (AS) melarang pengunjung mendekati pohon tertinggi di dunia, Hyperion, di Taman Nasional Redwood California