Dibobol Pencuri, Ini Profil Pesawat Hari Kiamat Rusia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Ilyushin Il-80. Sumber: asiaone.com/Reuters

    Pesawat Ilyushin Il-80. Sumber: asiaone.com/Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Rusia sedang menginvestigasi peristiwa pembobolan di pesawat jet Ilyushin-80 dan pencurian sejumlah perangkat elektronik di dalamnya. Sebuah aksi pencurian yang nekat karena yang dibobol adalah pesawat rahasia tingkat tinggi yang menjadi pusat komando nuklir. Julukannya saja, 'pesawat hari kiamat'.

    Ilyushin-80 juga didesain ditumpangi pejabat top termasuk Presiden Vladimir Putin saat terjadi serangan atau perang nuklir. Di Amerika Serikat, pesawat jenis yang sama adalah Boeing E-48. Fungsinya sama, digunakan saat perang nuklir atau infrastruktur komando nuklir di darat hancur.

    Baca juga:
    BMP-T Terminator, Tank Rusia Tak takut Lagi Hadapi Perang Kota

    Pesawat di antaranya tak memiliki jendela selain di kokpit--untuk menghindarkan mata penumpangnya dibutakan oleh ledakan nuklir. Filter udara khusus menyelubunginya untuk menyaring partikel radioaktif memasuki pesawat yang populer dengan nama Maxdome di kalangan negara-negara NATO itu.

    Seperti diungkap pada Senin pekan lalu, peristiwa pembobolan atas pesawat top-secret itu diketahui saat dilakukan inspeksi rutin atas pesawat di Kompleks Ilmu dan Teknik Penerbangan Beriev Taganrog, di pinggiran Kota Rostov. Saat itu, pemeriksa mendapati ruang kargo sudah terbuka dan sebanyak 39 perangkat radio tak berada di tempatnya.

    Hingga kini belum ada pemberitahuan lagi mengenai tersangka. Sedikit keterangan yang diberikan terkait kasus tersebut. Termasuk tentang siapa yang seharusnya bertanggung jawab untuk pengamanan pesawat tersebut.

    Dmitry Peskov, juru bicara Putin, hanya melukiskan kasus tersebut setara sebuah situasi darurat. "Tentu saja, akan ada investigasi, dan langkah-langkah akan diambil untuk memastikannya tidak terulang," katanya lewat sambungan telekonferensi dengan jurnalis setempat.

    Kantor Berita Rusia, Tass, melaporkan kalau pesawat itu menjalani perawatan rutin terhadap roda-roda pendaratannya sebelum kasus pencurian terungkap. Dipastikan pula kala perawatan dilakukan seluruh perangkatnya masih lengkap.

    Masih menurut Tass, militer Rusia saat ini memiliki empat pesawat Il-80. Tiga lainnya kini dioperasikan Detasemen Khusus Angkatan Udara Rossiya dan digunakan untuk mengangkut para jenderalnya.

    Mampu lepas landas dari bandara sipil maupun militer, Il-80 memiliki mesin dan fasilitas isi ulang bahan bakar di udara untuk mendukungnya terbang hingga berhari-hari tanpa putus. Bentuk perahu terbalik mirip punuk pesawat adalah rumah dari peralatan komunikasi satelit yang dimiliki pesawat modifikasi dari model pesawat penumpang Il-86 ini, yang memungkinkannya tetap tersambung dengan kekuatan militer Rusia dimanapun.

    Saat terbang, Il-80 akan melepas gulungan antena mirip kabel sepanjang beberapa kilometer dari bagian ekornya. Antena ini didesain sebagai sarana komunikasi khusus dengan armada kapal selam rudal nuklir balistik.

    Baca juga:
    Rusia Percepat Produksi Si Pemburu, Drone Tempur S-70 Okhotnik

    Pada Oktober lalu, Tass melaporkan kalau armada pesawat hari kiamat ini disiapkan untuk ditingkatkan spesifikasinya. Sumber di industri pesawat mengatakan versi terbaru akan berbasis model Il-96-400M, sebuah quadjet berbadan lebar.

    CNN | POPULAR MECHANICS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.