Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bintang Natal Gagal Dinikmati di Langit Jakarta, Tunggu 60 Tahun Lagi

Reporter

image-gnews
Petugas menyiapkan sejumlah teleskop untuk digunakan saat pengamatan gerhana matahari di Planetarium dan Observatorium, TIM, Jakarta, 7 Maret 2016. Pihak pengelola juga akan membagikan kacamata gerhana secara gratis pada saat pengamatan. ANTARA/Muhammad Adimaja
Petugas menyiapkan sejumlah teleskop untuk digunakan saat pengamatan gerhana matahari di Planetarium dan Observatorium, TIM, Jakarta, 7 Maret 2016. Pihak pengelola juga akan membagikan kacamata gerhana secara gratis pada saat pengamatan. ANTARA/Muhammad Adimaja
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Fenomena astronomi berupa Konjungsi Agung dua planet gas, Jupiter dan Saturnus, gagal dinikmati di langit Jakarta pada Senin malam ini, 21 Desember 2020. Diamati melalui siaran streaming dari Planetarium dan Observatorium Jakarta, cuaca berawan menghadang pemandangan langka yang disebut sebagian media di Barat sebagai Bintang Natal tersebut.

Sejatinya, Konjungsi Agung akan membuat Jupiter dan Saturnus--dua planet terjauh dari Bumi yang masih bisa diamati di langit dengan mata telanjang--bak terkunci dalam pelukan. Jarak antara keduanya yang tampak dari Bumi hanya 0,1 busur derajat atau seperlima diameter saat terlihat purnama di langit. Itu akan membuat keduanya seperti satu bintang bersinar paling terang di langit.

Sayangnya, hingga waktu terbenamnya kembali kedua planet itu di horison, tutupan awan menghalangi pengamatan bareng tersebut. Pada awal pengamatan selepas matahari terbenam sebenarnya sempat terlihat penampakan kedua planet itu yang saling berdekatan. Mereka tampak paling terang di langit sebelah barat di layar kamera yang digunakan Planetarium Jakarta.

Tapi itu hanya beberapa saat saja karena kemudian awan menutupinya. Beralih menggunakan teleskop dengan fokus terkuat yang dimiliki Observatorium itu pun tak memberi nasib baik untuk para pengamat yang bergabung dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.

Mila Izzatul Ikhsanti dari Planetarium dan Observatorium Jakarta menerangkan kalau Jupiter dan Saturnus tenggelam di horison di Jakarta Pukul 20.13 WIB. Semakin mendekati tenggelam, pengamatan disebutkannya semakin sulit karena lokasi pengamatan di tengah kota megapolitan. "Bagian ufuknya enggak clear (karena polusi cahaya)," kata dia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Undangan dari LAPAN RI untuk menonton fenomena astronomi konjungsi planet Jupiter dan Saturnus yang terjadi pada 21 Desember 2020. Foto: Instagram

Walhasil, kesempatan untuk bisa menyaksikan konjungsi agung tahun ini pun berlalu. "Kita tunggu lagi 2080," kata Mila sambil tertawa.

Baca juga:
Misi NASA: Penyelidikan ke Bulan Saturnus Mencari Kehidupan Alien

Konjungsi Agung adalah fenomena di mana Bumi, Jupiter, dan Saturnus, berada dalam bujur yang sama. Ini rata-rata terjadi setiap hampir 20 tahun, tapi konjungsi dengan jarak kedekatan antara Jupiter dan Saturnus tampak dari langit Bumi yang setara dengan malam ini baru akan terjadi 2080. Adapun fenomena yang sama sebelumnya terjadi hampir 400 tahun lalu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Misi Dragonfly Bertenaga Nuklir ke Bulan Saturnus, Titan, Ditunda hingga 2028

4 hari lalu

Ilustrasi misi Dragonfly yang terbang di atas bulan Saturnus, Titan. (Kredit gambar: NASA/Johns Hopkins APL/Steve Gribben)
Misi Dragonfly Bertenaga Nuklir ke Bulan Saturnus, Titan, Ditunda hingga 2028

Titan adalah sebuah planet yang menurut para ilmuwan kaya akan molekul organik.


Teleskop NASA Temukan Lubang Hitam Terjauh yang Pernah Terdeteksi

28 hari lalu

Tim peneliti NASA berhasil menemukan tanda-tanda lubang hitam yang sedang berkembang hanya 470 juta tahun pascaperistiwa Dentuman Besar (Big Bang). (NASA)
Teleskop NASA Temukan Lubang Hitam Terjauh yang Pernah Terdeteksi

Lubang hitam tersebut berada pada tahap awal pertumbuhan yang belum pernah disaksikan sebelumnya.


NASA Temukan Asteroid Dinky dengan Bulannya dekat Jupiter

30 hari lalu

Satelit dari asteroid Dinkinesh terlihat oleh Lucy Long Range Reconnaissance Imager (L'LORRI), saat pesawat ruang angkasa Lucy milik NASA melintasi biner asteroid ini. Gambar diambil pada 1 November 2023 dari jarak sekitar 270 mil. Kredit: NASA/Goddard/SwRI/Johns Hopkins APL/NOAO
NASA Temukan Asteroid Dinky dengan Bulannya dekat Jupiter

NASA telah merilis serangkaian gambar yang menunjukkan asteroid Dinky dan bulan semunya.


Fenomena Astronomi Menarik di November, Oposisi Jupiter dan Hujan Meteor Leonid

33 hari lalu

Tiga planet yang terdiri dari Venus (bawah), Jupiter (L) dan Mercury (atas) terlihat secara bersamaan di atas Patung Liberty di New York (26/5). Selain di New York, fenomena ini juga dapat disaksikan di beberapa negara REUTERS / Gary Hershorn
Fenomena Astronomi Menarik di November, Oposisi Jupiter dan Hujan Meteor Leonid

Setidaknya ada dua fenomena astronomi yang tergolong menarik pada November ini.


Teleskop James Webb Deteksi Kristal Kuarsa Berbentuk Awan di Planet WASP-17b

43 hari lalu

Ilustrasi atmosfer WASP-17b yang kaya akan silikat. (Kredit gambar: NASA, ESA, CSA, Ralf Crawford (STScI))
Teleskop James Webb Deteksi Kristal Kuarsa Berbentuk Awan di Planet WASP-17b

Atmosfer Planet WASP-17b yang membengkak menjadikannya target yang bagus untuk Teleskop James Webb.


9 Ilmuwan & Filsuf Usul Perluas Teori Evolusi Charles Darwin yang Telah 164 Tahun

49 hari lalu

Dari Esai tentang Indonesia, Teori Evolusi Tercipta
9 Ilmuwan & Filsuf Usul Perluas Teori Evolusi Charles Darwin yang Telah 164 Tahun

Para ilmuwan mengusulkan hukum alam baru yang memperluas teori evolusi Charles Darwin.


Yamaha Jupiter Z1 Punya Warna Baru, Harganya Rp 19 Jutaan

5 Oktober 2023

Yamaha Jupiter Z1. (Foto: YIMM)
Yamaha Jupiter Z1 Punya Warna Baru, Harganya Rp 19 Jutaan

Yamaha memberikan penyegaran warna untuk motor bebeknya, yakni Jupiter Z1. Simak informasi lengkapnya di artikel ini:


Pemasangan Teleskop Baru Observatorium Nasional Timau di NTT Tunggu Teknisi Jepang

26 September 2023

Cermin sekunder dan penyangganya telah terpasang dalam kubah Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Abdul Rachman/BRIN)
Pemasangan Teleskop Baru Observatorium Nasional Timau di NTT Tunggu Teknisi Jepang

Pemasangan cermin teleskop Observatorium Nasional Timau di Nusa Tenggara Timur belum rampung.


Planetarium Jakarta dan BRIN Gelar Peneropongan Malam 19-20 September

18 September 2023

Bryan Herdianto, siswa SMAS Kanisius DKI Jakarta peraih medali perunggu pada International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) Polandia 2023 menjadi petugas penjaga teleskop saat pengamatan Blue Moon di Planetarium Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2023. Foto: Tempo/Maria Fransisca Lahur
Planetarium Jakarta dan BRIN Gelar Peneropongan Malam 19-20 September

Kali ini Planetarium berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).


Jakarta Raih 4 Medali Bidang Astronomi di OSN, Ini Kata Pelatih dari Planetarium Jakarta

6 September 2023

Olimpiade Sains Nasional atau OSN 2023. Dok. Puspresnas
Jakarta Raih 4 Medali Bidang Astronomi di OSN, Ini Kata Pelatih dari Planetarium Jakarta

DKI Jakarta meraih juara umum pada Olimpiade Sains Nasional atau OSN 2023 dengan total 71 medali.