Top 3 Tekno Berita Kemarin: Varian Baru Covid-19, Bintang Natal, Tentara Bionik

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Prancis dan Amerika Serikat bersiap menyergap para teroris yang menyerang Hotel Splendid di Ouagadougou, Burkina Faso, 15 Januari 2016. Kawasan Ouagadougou adalah daerah yang biasanya menjadi pusat berkumpulnya orang-orang asing dan para staf PBB. REUTERS

    Tentara Prancis dan Amerika Serikat bersiap menyergap para teroris yang menyerang Hotel Splendid di Ouagadougou, Burkina Faso, 15 Januari 2016. Kawasan Ouagadougou adalah daerah yang biasanya menjadi pusat berkumpulnya orang-orang asing dan para staf PBB. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin bervariasi di antara tiga topik antara virus corona Covid-19 jenis baru di Inggris, fenomena konjungsi agung dua planet di luar angkasa yang menyerupai bintang natal di langit, dan Prancis yang bakal memiliki tentara bionik. 

    Yang pertama, varian baru virus corona, berisi sejumlah informasi yang sejauh ini sudah diketahui maupun belum mengenai virus yang diketahui keberadaannya sejak akhir September lalu tersebut. Sedang berita kedua menerangkan kembali fenomena astronomi langka yang akan terjadi pada malam itu: konjungsi planet Jupiter dan Saturnus.

    Berita yang ketiga, izin di Prancis untuk mengembangkan tentara bionik, mengungkap persaingan baru negara-negara di dunia dalam mencetak personel militernya. Itu seperti yang diakui Kementerian Pertahanan Prancis saat menjelaskan latar belakang izin yang diberikan.

    Berikut adalah Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 21 Desember 2020, selengkapnya.

    1. Varian Baru Virus Corona Covid-19 di Inggris Menyebar Mulai September

    Per Minggu 20 Desember 2020, semakin banyak negara yang menstop penerbangan dari Inggris gara-gara temuan varian baru virus corona Covid-19 di negara itu. Virus terdeteksi menyebar di Inggris sebelah tenggara dan menyumbang kepada lonjakan 35.928 kasus baru yang dilaporkan pada Minggu--rekor baru kasus harian Covid-19 di Inggris.

    Papan informasi publik untuk menggalakkan upaya pencegahan COVID-19 terlihat di Leeds, Inggris, pada 5 November 2020. Inggris memasuki karantina wilayah (lockdown) selama sebulan mulai Kamis (5/11) untuk meredam merebaknya kembali penularan coronavirus. (Xinhua/Jon Super)

    Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengkonfirmasi temuan bahwa varian baru virus corona Covid-19 itu memiliki kemampuan menyebar yang lebih cepat daripada varian lain di wilayah yang sama. Media setempat ramai memberitakannya sebagai 'supercovid' dan 'covid mutan'.

    Pertama kali di-sekuensing di Inggris pada akhir September, berikut ini yang sudah diketahui dari temuan varian baru ini. Di antaranya adalah bahwa ada 17 mutasi sekaligus di dalamnya.

    2. Fenomena Bintang Natal Malam Ini, Catat Arah dan Waktunya

    Peristiwa konjungsi agung, atau sebagian menyebutnya superkonjungsi, dua planet gas raksasa, Jupiter dan Saturnus, akan terlihat di langit barat, selepas matahari terbenam pada malam ini, Senin 21 Desember 2020. Ini adalah fenomena astronomi yang hanya terjadi hampir 20 tahun sekali di mana kedua planet akan tampak mesra karena saling berdekatan sehingga tampak seperti satu bintang yang bersinar terang.

    Undangan dari LAPAN RI untuk menonton fenomena astronomi konjungsi planet Jupiter dan Saturnus yang terjadi pada 21 Desember 2020. Foto: Instagram

    Untuk malam ini bahkan digolongkan lebih langka lagi karena kedua planet bak 'terkunci dalam pelukan' sehingga tampak di depan mata telanjang sebagai satu obyek yang bersinar terang di langit. Info Astronomy.org menyebut konjungsi agung serupa ini baru akan terjadi empat abad lagi--berbeda dari Preston Dyches dari Laboratorium Propulsi Jet NASA yang mengatakan terjadi 60 tahun lagi atau 2080.

    Karena bakal tampak tunggal di langit, sebagian media barat menyebutnya sebagai bintang natal karena terjadi menjelang hari raya umat Nasrani. Fenomena bermesraannya Jupiter dan Saturnus terlihat dari Bumi ini bahkan sempat diyakini yang menjadi Bintang Betlehem dalam kisah kitab suci, namun ini telah terbantahkan dalam diskusi astronomi sejak 1980-an.

    3. Prancis Izinkan Aplikasi Teknologi Tentara Bionik, Gara-gara Cina?

    Panel bioetik militer Prancis telah menyetujui pengembangan aplikasi teknologi dan sains untuk peningkatan kapasitas personel angkatan bersenjatanya. Berita ini datang setelah intelijen Amerika Serikat mengumumkan kalau Cina melakukan eksperimen biologi untuk memperkuat performa serdadu militernya.

    Panel itu mengatakan Angkatan Bersenjata Prancis boleh mengembangkan dan mengerahkan teknologi medis, prostetik (bagian tubuh artifisial), dan implantasi (cangkok) untuk peningkatan itu demi menjaga 'superioritas operasional' militer. Laporan yang dirilis kepada publik dua pekan lalu itu menyebut lampu hijau diberikan untuk, "Memperbaiki kapasitas fisik, kognitif, perseptif, dan psikologis dari para personel."

    Hoverboard membawa 'tentara terbang' yang membawa senjata selama parade militer di Paris, 14 Juli 2019.[The Independent]

    Baca juga:
    Militer Korea Utara Diduga Latih Lumba-lumba Kamikaze di Lokasi Ini

    Termasuk untuk memungkinkan pelacakan lokasi atau konektivitas dengan sistem persenjataan dan antar personel. Militer Prancis juga dapat mengembangkan, "Terapi medis untuk mencegah sakit, stress dan lelah, serta sesuatu yang dapat memperbaiki ketahanan mental jika personel itu ditahan."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.