Varian Baru Virus Corona, WHO Dukung Larangan Penerbangan dari Inggris

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terpampang di pintu masuk kantor pusatnya di Jenewa, 25 Januari 2015. [REUTERS / Pierre Albouy / File Foto]

    Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terpampang di pintu masuk kantor pusatnya di Jenewa, 25 Januari 2015. [REUTERS / Pierre Albouy / File Foto]

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan anggotanya pada Rabu 23 Desember 2020. Pertemuan secara khusus membahas strategi melawan varian baru virus corona di Inggris yang diketahui lebih menular. 

    Seorang juru bicara WHO mengatakan pertemuan itu dirancang untuk membantu berbagi informasi. Sebelumnya, organisasi yang berbasis di Jenewa, Swiss, itu telah memperingatkan terhadap kekhawatiran besar atas varian tersebut dan memuji Inggris karena telah mendeteksinya.

    “Tapi itu adalah bagian normal dari evolusi pandemi,” kata WHO, seperti dikutip dari Reuters, Selasa, 22 Desember 2020.

    Seperti diketahui, pada Sabtu lalu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan varian baru 70 persen lebih menular daripada varian lainnya yang ada dan ditemukan di negara itu. Karenanya pula, penelitian terbaru menyebutkan bahwa varian tersebut lebih berpotensi lebih menular terhadap anak-anak.

    Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge, melalui akun Twitter pribadinya mencuitkan bahwa membatasi perjalanan untuk menahan penyebaran adalah hal yang bijaksana. “Sampai kami memiliki info yang lebih baik,” tulis Kluge.

    Sejak Pemerintah Inggris mengumumkan telah menyebarnya varian baru pada 14 Desember lalu, semakin banyak negara memberlakukan larangan penerbangan dari Inggris. Varian itu, SARS-CoV-2 galur B117, diketahui mengandung banyak mutasi sekaligus di dalamnya. Di antara mutasi itu adalah N501Y yang teridentifikasi melalui sekuensing genomik sampel virus di seluruh Inggris.

    Untuk mencegah penyebaran, WHO juga mengingatkan suplai penting seperti makanan, obat-obatan dan bahan bakar harus diprioritaskan dan difasilitasi. “Rantai pasokan untuk barang-barang dan perjalanan penting harus tetap memungkinkan,” kata Kluge. 

    Baca juga:
    Vaksin Covid-19, Israel Bersedia Bayar Pfizer Harga Premium

    Perusahaan farmasi termasuk BioNTech dan Moderna menyatakan berusaha keras untuk menguji vaksin yang telah mereka kembangkan terhadap varian baru virus corona itu. WHO menjelaskan bahwa belum ada informasi yang cukup untuk menentukan apakah varian baru itu dapat mempengaruhi kemanjuran vaksin. 

    Vaksin Covid-19 yang dikembangkan BioNTech bersama Pfizer dipastikan akan memasuki Eropa setelah Hari Natal nanti.

    REUTERS | GLOBAL NEWS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.