Rektor ITS Positif Covid-19, Semua Dosen Dilarang ke Luar Kota

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Rektorat ITS. dok/bpp.its.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Gedung Rektorat ITS. dok/bpp.its.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melarang dosen dan tenaga pendidik melakukan perjalanan ke luar kota, baik untuk kepentingan kedinasan maupun pribadi. Larangan diberikan setelah Rektor ITS Profesor Mochamad Ashari dinyatakan positif Covid-19.

    Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS, Anggra Ayu Rucitra, menyatakan semua dosen dan tenaga pendidik diharapkan tetap di rumah dan melaksanakan work from home (WFH) pada hari kerja. "Jika diketahui ada pelanggaran maka dapat dijatuhkan sanksi disiplin sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," katanya. 

    Baca juga:
    Bertambah, Jumlah Rektor Terinfeksi Virus Corona Covid-19

    Aturan ini, kata dia, diterapkan selain karena terpaparnya Rektor ITS juga akibat makin meningkatnya penularan Covid-19 di tengah masyarakat. ITS juga secara resmi menerapkan larangan masuk kampus dan menghentikan segala aktivitas di lingkungan kampus.

    ADVERTISEMENT

    Pembatasan tersebut mencakup seluruh fasilitas akademik dan umum di lingkungan kampus yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan pimpinan pada 24 Desember 2020. "Akan berlangsung selama 17 hari, terhitung mulai 25 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021," katanya.

    Larangan ini, lanjut Anggra, berlaku bagi seluruh dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, mitra, dan masyarakat umum. Pengecualian diberikan kepada tenaga kesehatan, Satuan Keamanan Kampus (SKK), Satgas Covid-19, tenaga sarana prasarana yang sedang bertugas, dan warga di komplek Perumahan ITS.

    Dalam waktu dekat Biro Sarana Prasarana ITS bersama Satgas Covid-19 ITS akan segera melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan ke seluruh kawasan kampus. Selain itu, hotline Satgas Covid-19 ITS di 08113010103 disiagakan jika sivitas ITS yang sedang sakit, mengetahui ada yang sakit, serta ingin mengetahui langkah dan pencegahan varian baru virus corona Covid-19. 

    "Keluarga besar ITS diharapkan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan keluarga, menghindari pertemuan atau berkerumun yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.