Flash Sale Samsung Galaxy A12, Cek Harga dan Komparasi dengan A11

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samsung Galaxy A12. Kredit: Samsung

    Samsung Galaxy A12. Kredit: Samsung

    TEMPO.CO, JakartaSamsung Galaxy A12 memasuki periode flash sale di Indonesia hari ini, Senin 28 Desember 2020, hingga dua hari ke depan. Perangkat ini telah diperkenalkan melengkapi jajaran Samsung Galaxy A untuk menggantikan Galaxy A11 sejak Maret lalu, lalu dirilis global 24 November, sebelum akhirnya diumumkan datang di Indonesia pada Kamis pekan lalu.

    Dari harga normal Rp 2,499 juta untuk RAM 4 GB, dan Rp 2,799 juta untuk RAM 6 GB saat dirilis Kamis lalu, di periode flash sale akan ditawarkan harga spesial Rp 2,399 juta dan Rp 2,699 juta. “Dengan memori dan baterai besar, Galaxy A12 bisa membantu produktivitas kamu,” kata Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Irfan Rinaldi, saat rilis.

    Dia menunjuk kepada daya baterai 5.000 mAh dengan teknologi 15W Fast Charging, selain RAM hingga 6 GB dan memori 128 GB tersebut. Selain itu ada quad camera di belakang dengan sensor utama 48 MP dan kamera depan 8 MP, prosesor octa-core Mediatek Helio P35 yang diklaim mampu membuat aktivitas sehari-hari pengguna lebih lancar, serta fitur Secure Folder untuk lebih menjaga privasi dan teknologi keamanan berlapis Samsung Knox.

    Sistem quad camera itu adalah perbaikan daripada tiga kamera yang dimiliki Samsung Galaxy A11 yang sensor utamanya pun kalah besar, yakni hanya 13 MP. Baterainya juga lebih kecil kapasitasnya yakni 4.000 mAh, meski sama mengusung teknologi 15W Fast Charging.

    Baca juga:
    Persaingan Smartphone Kelas Menengah 2020, Sengit di Harga Rp 4,9 Juta

    Pada layar, Samsung Galaxy A12 memuat sedikit lebih besar, yakni 6.5" HD+ Infinity-V display. Di bagian ini pula memiliki notch untuk kamera selfie 8 MP--sama seperti pada layar 6.4" Samsung Galaxy A11. Saat dirilis di Indonesia pada Juni lalu, Samsung membanderol Galaxy A11 dengan harga Rp 2,099 juta.

    GSM ARENA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.