Izinkan Pemakaian Vaksin Covid-19 Rusia, Argentina Mulai Vaksinasi Pekan Ini

Reporter

Petugas pembersih menggunakan desinfektan di pintu masuk stasiun kereta bawah tanah saat warga mengantre untuk memasuki pusat transfer Constitucion, salah satu yang terpenting di kota, sebagai langkah menanggulangi penyebaran COVID-19 di Buenos Aires, Argentina, Kamis 19 Maret 2020. ANTARA/REUTERS/Matias Baglietto/am

TEMPO.CO, Jakarta - Argentina akan mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 bagi warganya pada Selasa, 29 Desember 2020. Argentina memilih menggunakan vaksin Sputnik V Rusia dan sebagian dari vaksin itu, yang sudah disetujui untuk digunakan secara darurat, sudah tiba.

Presiden Argentina Alberto Fern¡ndez mengatakan petugas medis akan menerima vaksinasi pertama dalam waktu kurang dari 72 jam. Petugas itu menjadi prioritas dari sekitar 300 ribu dosis pertama yang tiba di Argentina pada Kamis pekan lalu.

Pengiriman selanjutnya dijadwalkan pada awal 2021. "Idealnya, ketika musim semi tiba (di belahan bumi selatan), kami telah memvaksinasi sebagian besar mereka yang berisiko," kata Fernandez dalam pertemuan dengan para gubernur provinsi pada Sabtu 26 Desember 2020.

Argentina, kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin, telah terpukul parah oleh Covid-19. Negara ini telah mencatat hampir 1,6 juta kasus positif infeksi virus corona itu dengan 42.501 kasus di antaranya berujung kepada kematian.

Rencananya, Sputnik V akan tiba di setiap provinsi di negara Amerika Selatan itu pada Senin ini waktu setempat, dan pada Selasa pagi dosis pertama akan dibagikan. Rencana dibuat setelah pada Rabu pekan lalu, Argentina menjadi negara ketiga yang menyetujui penggunaan vaksin Sputnik V, setelah Rusia sendiri dan Belarusia.

Baca juga:
Klaim Efikasi Vaksin Covid-19 Sputnik V Naik Jadi 95 Persen

Seperti diketahui Sputnik V pernah memicu kontroversi karena telah disetujui penggunaannya di Rusia tanpa melalui uji klinis skala besar. Uji klinis fase 3 itu kemudian dilakukan menyusul dan belakangan diklaim efektif melindungi para respondennya.

Sumber: Reuters






Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

4 jam lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

7 jam lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.


Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

7 jam lalu

Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

Presiden Putin memecat Wakil Menteri Pertahanan Dmitry Bulgakov digantikan jagal Mariupol Mikhail Mizintsev, yang memimpin pengepungan di Mariupol


Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

8 jam lalu

Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

Melalui Twitter, Pemerintah Ukraina membagikan video dengan konten polisi Rusia yang memukuli dan menangkap orang-orang yang memprotes pemanggilan tersebut.


Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

9 jam lalu

Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

Kazakhstan tidak akan mengakui kemungkinan pencaplokan wilayah timur Ukraina oleh Rusia melalui referendum, meski mereka merupakan mitra Moskow


Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

9 jam lalu

Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjanjikan perlindungan penuh atas wilayah Ukraina yang dicaplok melalui referendum yang dinilai Barat ilegal


Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

10 jam lalu

Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina telah menerima sistem pertahanan udara NASAMS yang canggih dari Amerika Serikat.


Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

15 jam lalu

Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

Sedikitnya 100 orang ditahan karena protes menentang mobilisasi parsial di Dagestan, wilayah selatan Rusia yang penduduknya mayoritas Muslim


Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

16 jam lalu

Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

Rusia berjanji memperbaiki kesalahan dalam pemanggilan mobilisasi wajib militer ke Ukraina, setelah sejumlah lansia dan orang sakit dipanggil bertugas


AS: Ada Konsekuensi Bencana jika Rusia Nekat Gunakan Nuklir di Ukraina

16 jam lalu

AS: Ada Konsekuensi Bencana jika Rusia Nekat Gunakan Nuklir di Ukraina

Amerika Serikat memperingatkan "konsekuensi bencana" jika Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina untuk pertahankan wilayah yang dicaplok