Angin Monsun Asia Menguat, BMKG Beberkan Dampaknya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai BMKG menunjukkan bagan prediksi cuaca di Kantor BMKG Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. (ANTARA/Katriana)

    Pegawai BMKG menunjukkan bagan prediksi cuaca di Kantor BMKG Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. (ANTARA/Katriana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga Desember lalu, aliran massa udara di wilayah Indonesia terpantau umumnya didominasi angin baratan atau monsun Asia. Menurut analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ini adalah pola yang normal namun intensitasnya lebih kuat daripada biasanya atau rata-rata.

    Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari menerangkan itu saat dihubungi, Senin, 4 Januari 2021. Menurutnya, pada bulan ini pun, Januari 2021, diprediksi aliran massa udara di seluruh wilayah Indonesia masih didominasi angin baratan.

    “Dampak monsun, dapat juga dilihat dari zona konvergensi yang juga daerah perlambatan kecepatan angin memanjang dari Laut Andaman, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Laut Jawa, Selat Makassar, Perairan Selatan Papua,” kata Indra.

    Menurut lulusan ilmu atmosfer Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, menguatnya monsun Asia dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. Curah hujan tinggi pada gilirannya menumbuhkan potensi bencana seperti banjir, khususnya di daerah-daerah yang memang sudah dikenal rawan banjir.

    Indra juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, dan longsor, khususnya berdomisili di daerah rawan. Kemudian dia meminta agar memeriksa kondisi lingkungan sekitar, misalnya saluran air atau kali/ sungai, agar terbebas dari material yang menghambat aliran air.

    Baca juga:
    Gempa di Jonggol Hari Ini, BMKG: Bukti Sesar Aktif Dekat Jakarta

    “Dan masyarakat tetap meng-update perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini cuaca melalui kanal informasi BMKG atau melalui instansi berwenang lainnya,” ujar Indra menambahkan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.