Swiss Siap Uji Prototipe Pesawat Hybrid yang Bisa Terbang Vertikal

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan Swiss bersiap untuk menguji prototipe VTOL/STOL hybrid-listrik. Kredit: Manta Aircraft

    Perusahaan Swiss bersiap untuk menguji prototipe VTOL/STOL hybrid-listrik. Kredit: Manta Aircraft

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan meningkatkan produksi pesawat kecil transportasi perkotaan, operasi penyelamatan, transportasi kargo, dan keperluan lainnya.

    Salah satunya Manta Aircraft, perusahaan Swiss yang khusus mengembangkan solusi teknologi canggih berdasarkan platform multifungsi untuk kendaraan terbang hybrid-electric.

    Baca:
    5 Pesawat Terbesar di Dunia Mengangkut Penumpang, yang Terbesar Pamit Tahun Ini  

    Mengutip Inceptivemind, 4 Januari 2021, para insinyur saat ini fokus pada pengembangan desain pesawat canard hybrid-electric fleksibel yang mampu melakukan operasi lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) atau operasi lepas landas dan mendarat pendek (STOL) yang efisien. 

    “Pesawat ini dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal bila diperlukan, tapi juga beroperasi dari landasan yang sangat pendek (sesingkat tiga landasan pendaratan vertikal berturut-turut) dengan muatan yang jauh lebih tinggi,” tertulis dalam situs Manta Aircraft.

    Dalam praktiknya, pesawat bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter, dan terbang horisontal seperti pesawat terbang pada umumnya. Saat ini, prototipe baru hadir dalam dua model, yaitu ANN1 dan ANN2.

    Yang pertama ANN1 adalah pesawat satu kursi, yang dirancang khusus untuk kebutuhan penerbangan sport, menampilkan kecepatan tinggi dan kinerja pendakian, dengan kemampuan manuver yang luar biasa. Panjangnya sekitar 7 m (23,14 kaki), tinggi 1,353 m (4,44 kaki), dan memiliki lebar sayap 5,455 m (17,90 kaki). 

    Sementara ANN2 adalah model dua tempat duduk untuk mobilitas pribadi dan udara dengan jangkauan regional yang luas dengan kecepatan tinggi. Karena ruang yang lebih besar di dalamnya, dimensinya juga berbeda dengan saudaranya yang lebih kecil. Panjang keseluruhan 8,700 m (28,54 kaki), tinggi 1,700 m (5,58 kaki), dan lebar sayap 6,800 m (22,31 kaki).

    Pesawat ANN2 memiliki delapan motor baling-baling yang menggerakkan baterai. Empat di antaranya, dipasang di sayap, dapat mengubah posisinya, yang memungkinkan lepas landas dan penerbangan vertikal dalam mode pesawat. 

    Kedua model ini memiliki sistem propulsi hybrid untuk daya tahan dan jangkauan yang lebih lama. Meskipun seluruh sistem sepenuhnya bertenaga listrik, ia juga memiliki generator bahan bakar/gas untuk misi jarak jauh.

    Badan pesawat masih seperti pesawat terbang pada umumnya. Bentuk pesawat berbadan komposit karbon dengan ekor V kecil, sayap belakang besar di belakang, dan sayap canard yang lebih kecil di depan, memungkinkan prototipe bekerja dengan aman pada kecepatan yang lebih tinggi. 

    Manta Aircraft mengharapkan perangkat seperti itu dapat menempuh jarak hingga 373 mil (600 km), kecepatan jelajah akan mencapai lebih dari 186 mph (300 km/jam). Menariknya, baterai pesawat juga bisa diisi saat bepergian. 

    Model dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal dan oleh karena itu hanya membutuhkan sedikit ruang—helipad yang ada atau setengah lapangan tenis sudah cukup. Desain modular memungkinkan pembongkaran dan perakitan cepat untuk transportasi dan perbaikan: Wing, Canard, Fuselage, Power Pack Unit. 

    Perusahaan menciptakan model operasional penuh dari kedua varian pesawat dalam skala yang lebih kecil (skala sepertiga). Mereka datang untuk tes pertama, menggabungkan fitur-fitur terbaik helikopter dan pesawat terbang.

    INCEPTIVEMIND | MANTA AIRSRAFT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.