Xiaomi Redmi Note 9T Rilis Global Besok, Ini Bocorannya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Redmi Note 9 Pro dengan tiga pilihan warna, tropical green, glacier white dan interstellar grey, saat dirilis di Indonesia, Selasa 9 Juni 2020. Kredit: Xiaomi Indonesia

    Redmi Note 9 Pro dengan tiga pilihan warna, tropical green, glacier white dan interstellar grey, saat dirilis di Indonesia, Selasa 9 Juni 2020. Kredit: Xiaomi Indonesia

    TEMPO.CO, JakartaXiaomi sudah terang terangan akan rencana kemunculan Redmi Note 9T di awal 2021 ini. Seperti pernah diungkap kantor cabangnya di Spanyol dalam sebuah teaser di media sosial Twitter, anggota terbaru dalam keluarga Redmi/Note 9 itu dijadwalkan hadir besok, Jumat 8 Januari 2021.

    Fitur kunci dari Xiaomi Redmi Note 9T ini adalah konektivitas 5G. Seperti juga yang sudah pernah dibahas berbagai sumber, chip yang digunakan Dimensity 800U dari Mediatek dengan kapasitas RAM 4 GB dengan sedikit catatan minor sistem operasi masih Android 10.

    Dari teasernya pula terlihat rumah kameranya memiliki bentuk oreo, sama seperti pada Redmi Note 9 Pro 5G. Tapi, yang terbaru ini hanya akan terdiri dari tiga kamera yang detail spesifik resolusi antar lensanya masih harus menunggu peluncuran resmi besok.

    Yang jelas baru resolusi kamera utamanya yang bakal sebesar 48 MP. Spesifikasi lainnya adalah layar 6.53" FHD+ hole-punch display, 90 Hz refresh rate, dual speakers, NFC, dan baterai 5.000 mAh dengan 18W charging, selain soal chipset dari Mediatek.

    Dari informasi yang pernah didapat dari Amazon Jerman, Xiaomi Redmi Note 9T model kapasitas RAM dan penyimpanan 4/64 GB akan dijual seharga 229,9 Euro atau setara Rp 3,9 juta. Atau, 269,9 Euro jika ingin model dengan kapasitas penyimpanan yang dua kali lipat.

    Baca juga:
    Huawei Kantongi Sertifikasi Charger 135W, Tercepat Saat Ini

    GSM Arena menulis kalau sepertinya Redmi Note 9T pada dasarnya hanya versi global dari Redmi Note 9 5G yang sejauh ini dijual eksklusif di Cina dengan refresh rate layar dibuat lebih tinggi namun RAM dikurangi. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.