Gunung Sinabung Kembali Erupsi, BPBD Karo: Tinggi Kolom Abu Tak Teramati

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara mengalami erupsi, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Kredit: ANTARA/HO-BPBD Karo

    Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara mengalami erupsi, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Kredit: ANTARA/HO-BPBD Karo

    TEMPO.CO, Medan - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Natanail Perangin-angin mengatakan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara mengalami erupsi, Minggu, 10 Januari 2021, sekitar pukul 12.01 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati.

    Sebelumnya, setelah terakhir terjadi pada 28 Desember 2020, gunung yang menjulang 3.460 meter dari permukaan laut di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, itu kembali meletus pada Minggu, 3 Januari 2021.

    "Erupsi Gunung Sinabung ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi lebih kurang 3 menit 5 detik," ujar Natanail, dihubungi dari Medan, Minggu.

    Baca:
    Erupsi Pertama Gunung Sinabung 2021, Kolom Abu Setinggi 1 Kilometer 

    Saat ini, Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 kilometer dari Puncak Gunung Sinabung.

    Selanjutnya radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara.

    Jika terjadi hujan abu, ia mengimbau masyarakat memakai masker bila ke luar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik, mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

    Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga perlu waspada terhadap bahaya lahar.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?