Kebijakan WhatsApp Bikin Pengguna Telegram Melonjak 25 Juta dalam 3 Hari

Ilustrasi Telegram. Lifewire.com

TEMPO,CO, Jakarta - Aplikasi pesan Telegram telah melampaui lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan. Pendiri Telegram Pavel Durov baru-baru ini mengonfirmasi fakta tersebut melalui saluran Telegram pribadinya, @Durov.

“Pada minggu pertama Januari, Telegram melampaui 500 juta pengguna aktif bulanan. Setelah itu terus berkembang: 25 juta pengguna baru bergabung dengan Telegram dalam 72 jam (3 hari) terakhir saja,” kata Durov, seperti dikutip Indian Express, Selasa, 12 Januari 2021.

Baca:
Kebijakan Baru WhatsApp Picu Kecaman Bos Telegram ke Facebook 

Telegram menjadi salah satu pilihan aplikasi pesan setelah pengguna WhatsApp menerima notifikasi berjudul 'WhatsApp sedang memperbarui ketentuan dan kebijakan privasi’ yang menimbulkan pro dan kontra. Kebijakan baru WhatsApp tersebut juga memicu kecaman dari Durov ke Facebook.

Durov juga membagikan demografi pengguna Telegram yang baru bergabung. “Pengguna baru ini datang dari seluruh dunia, 38 persen dari Asia, 27 persen dari Eropa, 21 persen dari Amerika Latin dan 8 persen dari MENA,” tambahnya dalam postingannya.

Durov telah menyebutkan di posting sebelumnya, rencana monetisasi baru aplikasi untuk masa depan. Rencananya termasuk menghadirkan fitur berbayar premium untuk bisnis dan pengguna listrik sambil menjaga semua fitur Telegram yang ada bebas biaya. Juga berencana membawa iklan ke platform, tapi hanya untuk grup dan saluran besar, serta tetap menjaga obrolan pribadi dan grup bebas iklan.

Dalam postingannya pada 23 Desember 2020, Durov menerangkan, Telegram akan terus berinovasi dan berkembang selama beberapa dekade mendatang. “Kami akan dapat meluncurkan fitur baru yang tak terhitung jumlahnya dan menyambut miliaran pengguna baru,” ujarnya.

Namun, Pavel Durov berujar, Telegram akan tetap independen dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang mendefinisikan kembali bagaimana sebuah perusahaan teknologi harus beroperasi. Postingan itu mengisyaratkan Telegram akan menerapkan rencana monetisasi saat menyentuh angka 500 juta pengguna.

INDIAN EXPRESS | BUSINESS INSIDER 






Bisa Unduh Sekarang 71 Link Twibbon HUT RI Ke-77

1 hari lalu

Bisa Unduh Sekarang 71 Link Twibbon HUT RI Ke-77

Perayaan HUT RI ke-77 pada 17 Agustus 2022 bisa dilakukan pula dengan menampilkan twibbon Hari Kemerdekaan di akun sosial media.


Begini Cara Mengirim Pesan Teks di Whatsapp Tanpa Mengetik

1 hari lalu

Begini Cara Mengirim Pesan Teks di Whatsapp Tanpa Mengetik

Mengirim pesan teks di WhatsApp tanpa mengetik memungkinkan dilakukan melalui cara berikut ini.


Diungkap, Operasi Spionase di Asia Selatan Manfaatkan Platform Meta

3 hari lalu

Diungkap, Operasi Spionase di Asia Selatan Manfaatkan Platform Meta

Meta: Setelah personel militer, pejabat pemerintah, pegiat HAM dan organisasi nirlaba lainnya, kini sasaran distribusi malware juga mencakup siswa.


Hapus Pesan WhatsApp Kini Butuh Jeda Dua Hari

3 hari lalu

Hapus Pesan WhatsApp Kini Butuh Jeda Dua Hari

Semua penerima harus diperbarui ke versi WhatsApp terbaru agar fitur ini benar-benar berfungsi.


Salah Satu Fitur Baru WhatsApp Reaksi Status: Apa Uniknya?

3 hari lalu

Salah Satu Fitur Baru WhatsApp Reaksi Status: Apa Uniknya?

WhatsApp terus melakukan pengembangan fitur baru WhatsApp, diantaranya adalah fitur reaksi status di aplikasi perpesanan tersebut.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Reaksi atas Status WhatsApp, Nano-UAV Black Hornet

3 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Reaksi atas Status WhatsApp, Nano-UAV Black Hornet

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 8 Agustus 2022, terdiri dari tiga tema yang beragam, dimulai dari info fitur baru WhatsApp yang akan datang.


Vaksinasi Covid-19: Belum Suntik tapi Terdata Sudah, Ini Kata Kemenkes

4 hari lalu

Vaksinasi Covid-19: Belum Suntik tapi Terdata Sudah, Ini Kata Kemenkes

Ada 1.285 kasus pengaduan nomor induk kependudukan (NIK) sudah vaksinasi Covid-19--padahal belum--hanya pada periode Juli 2022.


Akun Telegram Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Diretas

4 hari lalu

Akun Telegram Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Diretas

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengumumkan bahwa akun Telegram pribadinya telah diretas


Login Approval, Fitur Baru WhatsApp Akan Cegah Pembajakan Akun

4 hari lalu

Login Approval, Fitur Baru WhatsApp Akan Cegah Pembajakan Akun

Sebelumnya WhatsApp juga mengumumkan kode verifikasi ganda yang juga masih dalam pengembangan.


WhatsApp Uji Fitur Baru Reaksi Status, Tersedia 8 Emoji

4 hari lalu

WhatsApp Uji Fitur Baru Reaksi Status, Tersedia 8 Emoji

WhatsApp merilis fitur reaksi status, yang mirip dengan fitur reaksi Story Instagram, ke beberapa pengguna.