Antisipasi Longsor Susulan Sumedang, BMKG Pasang Sistem Peringatan Dini

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BMKG memasang sistem peringatan dini di lokasi longsor, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu, 13 Januari 2021. Kredit: ANTARA/HO-BMKG

    Petugas BMKG memasang sistem peringatan dini di lokasi longsor, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu, 13 Januari 2021. Kredit: ANTARA/HO-BMKG

    TEMPO.CO, Bandung - Kantor Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memasang sistem peringatan dini di lokasi longsor Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, guna mengantisipasi longsor susulan.

    Baca:
    Evakuasi 1 Korban di Longsor Sumedang, Tim SAR Masih Cari 23 Orang Lagi

    Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan sistem peringatan dini itu memadukan antara seismograf yang mendeteksi gerakan tanah dengan alat pengukur tingkat intensitas hujan.

    "Jika curah hujan sangat tinggi melebihi ambang batas (ekstrem), BMKG Bandung akan memberikan informasi ke pihak Basarnas atau pun BPBD Sumedang untuk waspada dan siaga," kata Rahayu, Rabu, 13 Januari 2021.

    Begitu juga ketika ada getaran yang terus menerus dan signifikan, maka pihaknya akan memberikan peringatan (warning) terkait hal tersebut ke pihak berwenang di lokasi kejadian," tambahnya.

    Dalam pemasangan alat tersebut, BMKG telah menurunkan tiga personel ke lokasi longsor yang telah menelan belasan korban jiwa itu.

    Selain memasang sistem peringatan dini, Rahayu mengatakan BMKG juga turut menyalurkan bantuan dana sosial kepada masyarakat yang terdampak longsor tersebut.

    "Pemantauan ini dilakukan sekaligus dengan pemasangan TDS, serta penakar hujan manual di lokasi longsor. Selain itu, juga dilakukan penyaluran dana sosial dari pegawai Stasiun Geofisika Bandung," kata dia.

    Sejauh ini, Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) gabungan memang cukup mengalami kesulitan ketika melakukan pencarian korban.

    Pasalnya selain medan tanah longsoran yang tidak mudah, cuaca hujan juga dapat berpotensi menimbulkan longsor susulan.

    "Karena memang kondisi kontur tanah seperti bubur sehingga menyulitkan evakuasi, kita harus hati-hati," kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah di lokasi longsor Sumedang.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.