Guguran Abu Gunung Merapi Melanda Boyolali

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hujan abu Gunung Merapi yang mengenai tanaman warga. Kredit: ANTARA/Aris Wasita

    Hujan abu Gunung Merapi yang mengenai tanaman warga. Kredit: ANTARA/Aris Wasita

    TEMPO.CO, Boyolali - Sejumlah warga di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, merasakan guguran abu yang berasal dari erupsi Gunung Merapi pada Selasa dini hari, 19 Januari 2021.

    Baca:
    Sepekan, Gunung Merapi Muntahkan 128 Kali Lava Pijar dan Volume Kubah Lava Naik

    Nurul Arifah (18), warga Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Selasa, mengatakan hujan abu mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan berlangsung sampai pukul 06.00 WIB atau selama selama tiga jam.

    Ia mengatakan rumahnya hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi sehingga abu yang turun di wilayahnya cukup tebal.

    "Ya agak mengganggu aktivitas karena kalau kena mata kan pedih. Apalagi saat pagi kan aktivitas warga juga banyak," katanya.

    Warga lain Dicky Ferdiansyah (18) mengatakan akibat abu yang cukup tebal, terpaksa sejumlah warga harus membeli rumput untuk pakan ternak mereka.

    "Kan rumputnya kena abu semua, jadi ini harus beli dulu. Kasihan ternaknya kalau tetap dikasih rumput yang terkena abu," kata warga Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali tersebut.

    Sementara itu, salah satu relawan Merapi asal Klaten Jack Donald mengatakan hujan abu juga terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, terjadi sebanyak dua kali, yaitu sekitar pukul 03.00 WIB dan 07.00 WIB.

    "Yang agak deras saat pukul 03.00 pagi tadi, kalau yang pukul 07.00 tadi tipis saja," katanya.

    Ia mengatakan sejauh ini warga tidak terganggu dengan adanya hujan abu Gunung Merapi. Menurut dia, situasi masih aman dan terkendali. "Warga sudah terbiasa, ya boleh terbiasa tetapi tidak boleh terlena," katanya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.