Di Balik Sukses Film Animasi Siswa SMK Unstring Your Heart

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu gambar dari kisah di film animasi

    Salah satu gambar dari kisah di film animasi "Unstring Your Heart" karya siswa SMK RUS Kudus yang berhasil memenangkan sejumlah penghargaan. (FlANTARA/Ganet Dirgantoro)

    TEMPO.CO, Jakarta - Film animasi berjudul 'Unstring Your Heart' karya siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Jawa Tengah, mendulang sejumlah penghargaan baik nasional maupun internasional. Film yang bisa disaksikan melalui kanal Youtube ini meraih penghargaan HelloFest 2019, The 20th Kansas International Film Festival 2020, Canverra Short Film Festival 2020, Canberra Short Film Festival 2019, sampai Pune Short Film Festival 2019.

    Kepala SMK RUS Kudus, Fariddudin, menyebut konsep 'Merdeka Belajar' seperti yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim di balik prestasi tersebut. Konsep diadopsi dalam praktik kurikulum dan dinilainya berhasil menggerakkan imajinasi dan kreativitas siswa, mentor maupun pendidik dan semua pihak yang terlibat.

    "Dalam memproduksi film animasi 'Unstring Your Heart', siswa bergerak sebagai pembelajar aktif yang merdeka," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis 21 Januari 2021. Dia menambahkan, "Tentunya di bawah bimbingan guru dan sekolah.”

    Fariddudin mengatakan, cerita di balik layar dan proses kreatif film 'Unstring Your Heart' memberi pengalaman berharga bagi para siswa jurusan animasi di SMK RUS Kudus. Pembelajaran dikemas dalam bentuk pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL).

    Diperkaya dengan teknologi, proyek itu disebutnya merupakan sebuah proses penting untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan produk portfolio kontekstual dan bisa terlahir sebagai sebuah karya produksi film animasi. PjBL juga kemudian mengarahkan siswa untuk belajar sistem produksi animasi dari berbagai tingkatan mulai dari pra produksi, produksi sampai usai produksi.

    "Dalam proses tersebut, tentunya siswa juga mengembangkan kecakapan dalam berpikir kritis, berkomunikasi, menggali kreativitas serta yang terpenting adalah proses berkolaborasi."

    Program Associate Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, juga mengatakan siswa di SMK RUS Kudus bebas menentukan pelajaran apa yang ingin diambil dan dipelajari sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Contohnya, jika seorang siswa jurusan animasi memiliki bakat pada proses 3D Modeling, maka siswa ini akan merancang target kurikulum belajar yang berfokus pada proses 3D Modeling.

    Konsep belajar ini dinilainya akan mempermudah siswa dalam meningkatkan kreativitas. “Termasuk dalam memproduksi film animasi 'Unstring Your Heart', siswa bergerak sebagai pembelajar aktif yang merdeka. Ini menjadi proses penting dimana keduanya terfasilitasi perkembangan inspirasi dan minatnya," katanya.

    Baca juga:
    Kemendikbud Terima Hibah Merek Merdeka Belajar, Nadiem: Tanpa Kompensasi

    Film 'Unstring Your Heart' (Lepaskan Hatimu) memiliki jalan cerita sederhana yang menceritakan dua pemain boneka tali yang awalnya bersaing, kemudian justru bergabung yang membuat keduanya populer dan sukses. Mengambil latar belakang kota tua Semarang, para siswa SMK RUS Kudus ini mengajak penonton untuk kembali ke masa silam dengan gambar-gambar yang dibuat rinci. Salah satunya Gereja Blenduk Kota Semarang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.