ITB Terima 3 Mahasiswi Termuda, S-3 Berusia 21 Tahun

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kampus ITB (Institut Teknologi Bandung). FOTO/ISTIMEWA

    Ilustrasi kampus ITB (Institut Teknologi Bandung). FOTO/ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima mahasiswa baru Program Pasca Sarjana dan Profesi Semester II 2020/2021. Dari total 1.386 mahasiswa baru itu ada tiga mahasiswi termuda di tiga jenjang program yang berbeda.

    Dari ketiganya, mahasiswi termuda berusia 19 tahun yaitu Qinthara Silmi Faizal yang ingin menempuh jenjang S2. Mahasiswi kelahiran Bandung pada 2001 itu sebelumnya meraih gelar Sarjana Manajemen dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB pada 2020.

    Qinthara melanjutkan bergabung di Program Studi MBA ITB kelas Young Professional untuk mendalami spesialisasi di bidang marketing. “Saat ini saya bercita-cita untuk menjadi dosen,” katanya di laman ITB, Kamis, 21 Januari 2021.

    Mahasiswi baru termuda lain yaitu Irma Yulianti, 21 tahun. Dia mengambil program profesi di ITB dengan Program Studi Profesi Apoteker Sekolah Farmasi ITB. Perempuan asal Lombok itu ingin menyelesaikan studinya hingga lulus dengan predikat Cumlaude.

    "Setelah lulus saya ingin melanjutkan studi S2 dengan beasiswa ke luar negeri dan memiliki bisnis apotek sendiri," kata Irma.

    Seorang lagi adalah Maya Nabila, tercatat sebagai mahasiswi termuda jenjang S3 dengan usia 21 tahun. Perempuan kelahiran Padang, Sumatera Barat, itu memilih program studi Matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.

    Maya masuk Sekolah Dasar di usia 5 tahun. Saat di bangku SMA, Maya mengambil program akselerasi. Gelar sarjananya pun diraih kurang dari empat tahun, berlanjut ke studi S2 di Universitas Andalas, Padang.

    Baca juga:
    ITB Terima 6.491 Mahasiswa Baru Tahun Lalu, Termuda Berusia 15 Tahun

    “Aku punya cita-cita ingin jadi dosen, aku ingin mengajar dan membagikan ilmu yang aku dapatkan selama kuliah di ITB ini,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.