Mahasiswa ITB Olah Bonggol Jagung jadi Camilan Pasien Diabetes

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. Freepik.com

    Ilustrasi diabetes. Freepik.com

    TEMPO.CO, Bandung - Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengolah bonggol jagung menjadi kue kering atau cookies sebagai camilan bagi pasien diabetes mellitus. Berserat tinggi serta diklaim rendah gula sehingga aman dikonsumsi, olahan itu meraih juara di ajang lomba kreativitas mahasiswa nasional.

    Kue itu dinamakan Mais de' Kolf yang dalam Bahasa Belanda artinya bonggol jagung. Kue ini mengantar tim pembuatnya meraih juara dua Kategori Kewirausahaan di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2020. 

    Pembuatnya yaitu Nasya Aulia, Angga Dwi Cahya, Kayla Asri M., dan Arnoldus Janssen Bevan P. merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri ITB angkatan 2018-2019. “Idenya karena jarang melihat camilan rendah kalori yang ada di pasaran,” kata Nasya, Minggu 24 Januari 2021.

    Mereka memilih bonggol jagung sebagai bahan utama karena beberapa alasan. Merujuk data-data dan hasil penelitian, ketersediaan bonggol jagung tergolong melimpah hingga 10,15 juta ton di Indonesia pada 2018.

    Seratnya pun termasuk tinggi dengan kandungan seperti lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Bonggol jagung itu mereka olah menjadi tepung untuk dibuat kue kering. Campuran bahan lain seperti kacang, margarine, dan gula dari tanaman stevia.

    Sekeping kue ditakar seberat 9 gram dengan kandungan 33 kalori. Sebungkusnya berisi empat keping. Untuk mengukur kandungan gizinya, tim memanfaatkan penganalisis resep makanan di laman happyforks.

    Tim mahasiswa Fakultas Teknologi Industri ITB angkatan 2018-2019 yang mengolah bonggol jagung jadi kue kering atau camilan bagi pasien diabetes melitus. Kue olahan itu memenangi juara 2 dalam Kategori Kewirausahaan di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2020. (Dok.ITB)

    Menurut Nasya, data kandungan gizi di laman itu bersumber dari Kementerian Pertanian Amerika Serikat. “Di platform ini, kami hanya perlu memasukkan seluruh bahan dan takaran yang dibutuhkan untuk membuat 100 keping cookies,” ujarnya. Kemudian muncul berat dalam ukuran gram dan besaran kalori per keping kue itu.

    Baca juga:
    Dosen Perempuan ITB Menangi LIPI Young Scientist Award 2020

    Hasil akhirnya adalah Mais de' Kolf untuk pasien diabetes karya tim mahasiswa Teknologi Industri ITB tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.