Peningkatan Hujan Merata di Indonesia, Puncaknya Diprediksi 29 Januari

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor dan mobil menerjang hujan saat melintasi kawasan Bundaran HI, di Jakarta, Ahad, 24 Januari 2021. Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dodo Gunawan menyampaikan, curah hujan di Jakarta dalam 10 hari ke depan diprediksi merupakan kategori menengah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengendara motor dan mobil menerjang hujan saat melintasi kawasan Bundaran HI, di Jakarta, Ahad, 24 Januari 2021. Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dodo Gunawan menyampaikan, curah hujan di Jakarta dalam 10 hari ke depan diprediksi merupakan kategori menengah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Periode puncak hujan diprediksi terjadi pekan ini di Indonesia. Prediksi itu dikonfirmasi oleh aktivitas pertumbuhan awan dan hujan di selatan Indonesia yang diperkirakan akan semakin menguat sejak 27-31 Januari 2021.

    Baca:
    Banjir Kalsel, KLHK: Hujan 2,08 Miliar Hanya Tertampung 23 Juta

    “Dengan maksimum hujan terjadi pada 29 Januari 2021,” kata Erma Yulihastin, peneliti klimatologi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung, lewat keterangan tertulis, Rabu 27 Januari 2021.

    Peningkatan hujan di selatan Indonesia diperkirakan terjadi secara merata dari Sumatera bagian selatan hingga Pulau Alor dekat Timor Leste. Hujan harian yang secara konsisten ditaksir akan terjadi mulai sekitar pukul 12.00 WIB. Intensitas atau derasnya serta durasi hujan pun diprediksi meningkat.

    “Beberapa kawasan bisa mengalami durasi hujan yang lama atau persisten dari pukul 12.00 hingga malam pukul 21.00 WIB,” kata Erma.

    Prediksi hujan itu hasil produk penelitian dan pengembangan LAPAN dari Sadewa, sebuah aplikasi sistem peringatan dini atmosfer ekstrem berbasis satelit dan model atmosfer.

    Peningkatan hujan dari siang hingga malam hari yang merata di selatan Indonesia itu bisa terjadi karena pembentukan konvergensi skala Meso yang memanjang di atas daratan. ”Khusus di Pulau Jawa, pusat konvergensi terjadi di bagian tengah,” ujarnya.

    Hujan deras bahkan ekstrem berpotensi terjadi pada sebagian besar wilayah Jawa bagian tengah, dengan pola dan arah pergerakan hujan yang terjadi serentak dari selatan menuju utara.

    Berdasarkan prediksi terhadap kawasan yang mengalami konsentrasi hujan, sejak siang hari hujan deras bisa muncul di sekitar Tasikmalaya hingga Purwokerto dan akan bergerak secara simultan menuju ke kawasan pesisir utara yang memanjang dari Cirebon hingga Jepara dan sekitarnya.

    “Kondisi seperti itu patut diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi hujan ekstrem dan angin kencang serta bentuk ekstrem lainnya di kawasan tersebut,” kata Erma.

    Selain itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mencatat sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 94 persen dari 342 Zona Musim saat ini telah memasuki puncak musim hujan yang akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.