Vaksin Johnson & Johnson 66 Persen Efektif Cegah Covid-19

Reporter

Editor

Erwin Prima

Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]

TEMPO.CO, Washington - Kandidat vaksin Covid-19 Johnson & Johnson secara keseluruhan memiliki efektivitas 66 persen dalam mencegah Covid-19 tingkat sedang hingga parah, 28 hari setelah vaksinasi, demikian diumumkan perusahaan tersebut pada Jumat, 29 Januari 2021.

Baca:
Berita Terkini Vaksinasi Covid-19, Negara Miskin Baru Bagikan 55 Dosis

Hasil itu didasarkan pada studi ENSEMBLE Tahap 3 yang melibatkan hampir 44.000 partisipan. Studi tersebut, yang dirancang untuk mengevaluasi keefektifan dan keamanan kandidat vaksin dalam melindungi kasus Covid-19 sedang hingga parah, dilakukan di Amerika Serikat (AS), Amerika Latin dan Afrika Selatan.

Tingkat perlindungan terhadap infeksi Covid-19 sedang hingga parah tercatat sebesar 72 persen di AS, 66 persen di Amerika Latin dan 57 persen di Afrika Selatan, 28 hari pascavaksinasi, menurut perusahaan tersebut.

Perusahaan itu mengungkapkan pihaknya akan mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS untuk otorisasi penggunaan darurat guna mendistribusikan vaksin tersebut.

Kandidat vaksin itu 85 persen efektif dalam mencegah penyakit parah di semua wilayah yang diteliti, 28 hari setelah vaksinasi diberikan kepada seluruh orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih, papar perusahaan tersebut. Efektivitas terhadap penyakit parah meningkat seiring waktu tanpa adanya laporan kasus pada partisipan yang divaksinasi setelah hari ke-49.

"Hasil-hasil luar biasa yang ditunjukkan oleh kandidat vaksin Covid-19 suntikan tunggal ini mewakili momen yang menjanjikan. Potensi untuk secara signifikan mengurangi beban penyakit parah, dengan menyediakan vaksin yang efektif dan dapat ditoleransi dengan baik hanya dengan satu imunisasi, merupakan komponen penting dari respons kesehatan masyarakat global," ujar Paul Stoffels, Wakil Kepala Komite Eksekutif sekaligus Chief Scientific Officer di Johnson & Johnson.

Hasil studi ENSEMBLE itu meliputi keefektifan terhadap galur (strain) baru coronavirus, termasuk beberapa varian sangat menular yang terdeteksi di AS, Amerika Latin dan Afrika Selatan, ungkap perusahaan tersebut.

Pada Desember lalu, FDA memberikan otorisasi terhadap dua vaksin Covid-19 untuk penggunaan darurat di AS, satu dikembangkan oleh produsen obat AS Moderna, sementara yang lainnya dikembangkan oleh produsen obat AS lainnya, Pfizer, dalam kemitraan dengan perusahaan Jerman BioNTech.

Berbeda dengan vaksin dari Moderna dan Pfizer yang memerlukan dua suntikan dengan jeda pemberian beberapa pekan, vaksin Johnson & Johnson diberikan sebagai suntikan tunggal. Selain itu, vaksin Johnson & Johnson tidak memerlukan penyimpanan ultradingin.

Hingga Jumat sore, AS telah mencatat lebih dari 25,86 juta kasus Covid-19 dengan lebih dari 435.000 kematian, menurut data real-time yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

XINHUA | ANTARA






BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

4 jam lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Dokter Sarankan Lakukan Vaksinasi untuk Cegah Demam Berdarah

1 hari lalu

Dokter Sarankan Lakukan Vaksinasi untuk Cegah Demam Berdarah

Semekin banyak pasien demam berdarah yang berusia 15-44 tahun. Dokter menyarankan untuk lakukan vaksinasi demam berdarah untuk kurang risiko penyakit.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

2 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

2 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

3 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

4 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

5 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

5 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

5 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

6 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.