Guguran Abu Gunung Sinabung Capai 1.000 Meter, Warga Diimbau Pakai Masker

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guguran Gunung Sinabung, Kabupaten Karo teramati dengan jarak luncur 500 hingga 1.000 meter. Kredit: ANTARA/HO

    Guguran Gunung Sinabung, Kabupaten Karo teramati dengan jarak luncur 500 hingga 1.000 meter. Kredit: ANTARA/HO

    TEMPO.CO, Medan - Guguran abu Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Selasa, 2 Februari 2021, teramati dengan jarak luncur 500 hingga 1.000 meter mengarah ke timur dan tenggara.

    Baca:
    Gunung Sinabung Kembali Erupsi, BPBD Karo: Tinggi Kolom Abu Tak Teramati

    "Abu Gunung Sinabung jelas kelihatan. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100-200 meter di atas puncak kawah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin, ketika dihubungi dari Medan, Selasa.

    Ia menyebutkan, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat. Suhu udara 19-26 derajat celcius.

    Saat ini Gunung Sinabung yang ketinggiannya mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi serta di lokasi dalam radius 3 km dari puncak gunung.

    Selanjutnya radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

    Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila ke luar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Selain itu, mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

    Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.