Studi: Pasien Sembuh Covid-19 Kebal Selama 6 Bulan

Para pasien yang sembuh dari COVID-19 meninggalkan rumah sakit sementara yang dijuluki "Ruang Tamu Wuhan" di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 1 Maret 2020. Sebanyak 132 pasien sembuh COVID-19 telah diizinkan pulang oleh rumah sakit, sekaligus mencatatkan angka tertinggi dalam sehari sejauh ini. Xinhua/Cai Yang

TEMPO.CO. Jakarta - Penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa hampir semua orang yang sudah terinfeksi Covid-19 memiliki kadar antibodi tinggi dalam tubuhnya selama setidaknya enam bulan. Selama periode tersebut kemungkinan besar antibodi dapat melindungi mereka dari infeksi ulang penyakit tersebut.

Penelitian ini mengukur tingkat infeksi Covid-19 pada populasi di seluruh Inggris. Serta berapa lama antibodi bertahan pada mereka yang sudah pernah terinfeksi. 

“Sebagian besar orang mempertahankan antibodi yang dapat dideteksi setidaknya selama enam bulan setelah terinfeksi virus corona,” kata Naomi Allen, profesor dan kepala ilmuwan di UK Biobank, tempat penelitian itu dilakukan, seperti dikutip dari Reuters, 3 Februari 2021.

Hasil menunjukkan di antara peserta yang dites positif terinfeksi Covid-19 sebelumnya, 99 persen mempertahankan antibodi terhadap SARS-CoV-2 selama tiga bulan. Setelah enam bulan penuh, 88 persen masih memilikinya. 

“Meskipun kami tidak dapat memastikan bagaimana hal ini berhubungan dengan kekebalan tubuh, hasilnya menunjukkan bahwa orang mungkin terlindungi dari infeksi berikutnya setidaknya selama enam bulan setelah infeksi alami,” kata Allen. 

Ia mengatakan, temuan itu sesuai dengan hasil penelitian lain di Inggris dan Islandia. Penelitian sebelumnya itu menemukan bahwa antibodi terhadap virus corona cenderung bertahan selama beberapa bulan pada mereka yang sudah mengidap penyakit tersebut dan sembuh. 

Sebuah studi lainnya terhadap tenaga kesehatan Inggris yang hasilnya telah diterbitkan bulan lalu menemukan bahwa seseorang yang menderita Covid-19 kemungkinan besar dilindungi setidaknya selama lima bulan. Tetapi hasil studi itu juga mencatat bahwa mereka yang memiliki antibodi mungkin masih dapat membawa dan menyebarkan virus. 

Baca juga:
Efikasi Vaksin Covid-19 Drop Lawan Varian Virus dari Afrika Selatan

Studi Biobank Inggris juga menemukan bahwa proporsi populasi Inggris dengan antibodi Covid-19—ukuran yang dikenal sebagai seroprevalensi—naik dari 6,6 persen pada awal masa studi pada Mei atau Juni 2020 menjadi 8,8 persen pada November atau Desember 2020. Seroprevalensi SARS-CoV-2 paling umum di London, pada 12,4 persen, dan paling tidak umum di Skotlandia pada 5,5 persen. 






Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

9 jam lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

12 jam lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

21 jam lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

22 jam lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

1 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.


Buat Podcast Kisah Shamima Begum Bergabung dengan ISIS, BBC Dikecam

1 hari lalu

Buat Podcast Kisah Shamima Begum Bergabung dengan ISIS, BBC Dikecam

Shamima Begum bergabung dengan ISIS saat masih sangat belia, berumur 15 tahun, pada 2015.


Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

1 hari lalu

Yuni Shara Vaksinasi Booster ke-2 di RSPAD Gatot Soebroto, Rasanya Seperti...

Yuni Shara sengaja menggunakan gaun tanpa lengan agar memudahkannya menerima suntikan vaksin di lengan kirinya.


Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.


Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

1 hari lalu

Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

Pakar merekomendasikan penggunaan masker kembali pada keadaan yang berisiko demi mencegah terkena subvarian Kraken.


Terawan Puji Disertasi Soal Vaksin Berbasis Sel Dendritik di Unair

1 hari lalu

Terawan Puji Disertasi Soal Vaksin Berbasis Sel Dendritik di Unair

Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, hadir dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.