Tuntut Lebih Banyak Data, Swiss Tunda Persetujuan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksin Covid-19 AstraZeneca. REUTERS/Dado Ruvic

    Vaksin Covid-19 AstraZeneca. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Zurich - Swiss telah menunda persetujuan untuk vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk menuntut lebih banyak data tentang kemanjuran dan kualitas sebelum memberikan izin untuk vaksin yang pekan lalu disetujui Uni Eropa itu, kata regulator obat Swissmedic, Rabu, 3 Februari 2021.

    Baca:
    BioNTech Akan Penuhi Permintaan 144 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Jepang

    Swiss secara terpisah mengumumkan telah memesan lagi jutaan dosis vaksin Covid-19 dari beberapa produsen lain.

    Swiss, yang telah memesan 5,3 juta dosis vaksin dari AstraZeneca, mengatakan sedang menunggu hasil uji coba vaksin itu di Amerika Utara dan Selatan yang melibatkan puluhan ribu orang, setelah uji coba sebelumnya tidak menghasilkan data yang jelas termasuk tentang tingkat kemanjuran pada orang tua.

    "Segera setelah hasil uji diterima, otorisasi sementara menurut prosedur yang berjalan dapat dikeluarkan dalam waktu sangat singkat," kata Swissmedic dalam sebuah pernyataan.

    Regulator obat Swiss itu juga mengatakan bahwa untuk persetujuan perlu mendapatkan data tambahan tentang keamanan, khasiat dan kualitas vaksin.

    "Data yang tersedia saat ini tidak menunjukkan hasil positif mengenai manfaat dan risiko vaksin," kata Swissmedic.

    Sementara AstraZeneca belum menanggapi permintaan komentar.

    Perusahaan farmasi AstraZeneca dan mitranya, Universitas Oxford, telah membela vaksin mereka, dengan mengatakan bahwa vaksin itu memiliki kemanjuran 76 persen melawan infeksi virus corona bergejala selama tiga bulan setelah pemberian dosis tunggal, yang meningkat jika suntikan kedua ditunda.

    Namun, beberapa negara Eropa membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca pada kelompok usia tertentu, dengan alasan kurangnya data tentang efek penggunaan, khususnya pada orang tua.

    Pemerintah Swiss mengatakan telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan Curevac Jerman dan pemerintah Swedia untuk pengiriman 5 juta dosis vaksin Covid-19. Swiss juga membuat sebuah perjanjian awal dengan pembuat vaksin AS Novavax untuk 6 juta dosis, dan akan mendapatkan 6 juta dosis lagi dari Moderna.

    Sejumlah pesanan baru itu membuat total pesanan vaksin Swiss menjadi lebih dari 30 juta dosis, yakni jumlah yang cukup untuk memvaksinasi 8,6 juta populasinya atau sekitar dua kali lipat untuk suatu aturan pakai dua dosis.

    Pembicaraan lebih lanjut dengan beberapa produsen lainnya sedang dilakukan untuk dapat lebih banyak pasokan vaksin Covid-19, kata pemerintah Swiss. "Ide di balik pengadaan vaksin dari produsen yang berbeda adalah untuk memastikan bahwa dosis yang cukup dari vaksin yang disetujui tersedia untuk masyarakat umum bahkan jika ada masalah pengiriman," kata Kementerian Kesehatan Federal Swiss.

    ANTARA | REUTERS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.