Ketua Kode Etik IDI Tambah Korban Dokter Meninggal karena Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Broto Wasisto, DTM&H. MPH., meninggal di usia 83 tahun akibat Covid-19 pada Kamis 4 Februari 2021 . (ANTARA/Ho IDI)

    Ketua Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Broto Wasisto, DTM&H. MPH., meninggal di usia 83 tahun akibat Covid-19 pada Kamis 4 Februari 2021 . (ANTARA/Ho IDI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah dokter yang menjadi korban infeksi virus corona Covid-19 bertambah. Tarbaru adalah Broto Wasisto, Ketua Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sempat dirawat di ICU RS Persahabatan Jakarta, Broto (83 tahun) meninggal pada Kamis, 4 Februari 2021, pukul 16.54 WIB. 

    Kematian Broto menambah panjang daftar tenaga kesehatan di Indonesia korban pandemi Covid-19 hingga saat ini. Data dari Mitigasi IDI per awal Januari 2021 menyebut sudah 504 orang yang meninggal, terdiri dari antara lain 237 dokter dan 15 dokter gigi, di antara lebih dari 30 ribu angka kematian Covid-19 nasional dan lebih dari sejuta kasus infeksinya.

    Ketua Tim Mitigasi IDI, Adib Khumaidi, mengatakan bahwa semasa hidupnya, Broto selalu menjadi panutan bagi para dokter sehingga beliau dipercaya menjadi Ketua MKEK. "Semasa hidupnya, dedikasi dan kontribusi beliau terhadap dunia kesehatan medis sangat besar," ujar Adib.

    Dalam doa bersama virtual yang digelar Tim Mitigasi IDI pada Kamis malam, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga memuji sosok Broto. Budi mengatakan hanya sempat satu kali bertemu fisik dengan salah satu anggota Tim Perumus Repelita II sampai ke VI, RPJMN I dan II serta berbagai kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia tersebut.

    "Saya telah mendengar sebelumnya sepak terjang beliau sebagai penjaga gawang kode etik dunia medis, dan saya kira, beliau telah membuktikan bahwa sebaik-baiknya orang, yang paling baik adalah yang memberikan manfaat," kata Menkes.

    Broto Wasisto lahir di Jakarta, 21 November 1937. Dia menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1963 kemudian melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Mahidol university, Bangkok, Thailand, pada 1970.

    Broto juga sempat mengenyam pendidikan di Tulane University New Orleans, Amerika Serikat, 1977-1978, kemudian Johns Hopkins University di Baltimore, Amerika Serikat, pada 1984, dan Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional) KSA pada 1992.

    Sepanjang karirnya, Broto juga pernah menduduki berbagai jabatan di Kementerian Kesehatan RI antara lain Kepala Biro Perencanaan (1983–1988), Direktur Jenderal Pelayanan Medis (1988-1994), dan Staf Ahli Menteri Kesehatan (1994–1999). 

    Broto juga pernah menjabat Ketua Panitia Penilaian Kesehatan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2004 dan anggota panitia yang sama untuk 2009-2018. Lalu, anggota Badan Eksekutif WHO di Jenewa (1996-1999), dan anggota Board, The Global Fund, Jenewa (2004–2008).

    Baca juga:
    Biasa Edukasi Pencegahan Covid-19, Dokter Ini Terinfeksi dan Meninggal

    Di IDI, Broto tercatat sebagai anggota Dewan Kehormatan sejak 2006 sampai dengan sekarang. Dia juga sudah berada di MKEK sejak 1990 sebelum menjadi ketuanya sejak 2018. Broto Wasisto juga tercatat keanggotaannya di Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.