Peluru Tajam Akhiri Pelarian Satu dari Dua Harimau Lepas di Singkawang

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harimau Sumatera liar (Panthera tigris sumatrae) berada dalam kandang saat proses evakuasi di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Rabu, 23 Desember 2020. Harimau Sumatera liar yang masuk kedalam perangkap tersebut selanjutnya dibawa ke Conservation Response Units (CRU) Trumon Kabupaten Aceh Selatan untuk observasi lebih lanjut. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Harimau Sumatera liar (Panthera tigris sumatrae) berada dalam kandang saat proses evakuasi di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Rabu, 23 Desember 2020. Harimau Sumatera liar yang masuk kedalam perangkap tersebut selanjutnya dibawa ke Conservation Response Units (CRU) Trumon Kabupaten Aceh Selatan untuk observasi lebih lanjut. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Pontianak - Satu dari dua harimau lepas dari kebun binatang di Singkawang, Kalimantan Berat, telah berhasil ditemukan. Sayang, harimau itu harus dilumpuhkan menggunakan peluru tajam yang mematikan. 

    Menurut Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, peluru tajam terpaksa digunakan setelah tembakan awal dengan obat bius disebutnya tak mampu melumpuhkan harimau itu. "Dikhawatirkan membahayakan nyawa petugas dan masyarakat, mengingat insting pemburunya sudah kembali," katanya di Singkawang, Sabtu 6 Februari 2021.

    Tim BKSDA, Sadtata menerangkan, memang turun ke lapangan untuk melakukan penangkapan harimau didukung aparat dari kepolisian dan TNI. Ia menjelaskan dalam menangani harimau yang lepas tersebut, BKSDA semaksimal mungkin mengupayakan baik keselamatan harimau maupun anggota serta masyarakat.

    "Namun keselamatan jiwa manusia itu yang nomor satu dan sekarang masih belum selesai. Satu ekor sudah berhasil dilumpuhkan, tinggal satu ekor harimau lagi," katanya.

    Sadtata mengatakan seekor harimau lainnya yang belum tertangkap masih berada di sekitar kawasan Sinka Zoo sehingga timnya hingga Sabtu sore tadi masih melakukan pencarian. "Tim kami sampai saat ini masih stanby di lapangan untuk menunggu dan mencari keberadaannya. Mudah-mudahan satwanya masih bisa diselamatkan," katanya.

    Pada malamnya, tim melaporkan harimau kedua berhasil ditemukan. Harimau putih ini disebut berhasil dilumpuhkan menggunakan peluru bius. Usai ditembak, petugas harus menunggu kurang lebih 20 menit sambil memantau pergerakan harimau itu hingga dipastikan sudah pingsan untuk kemudian dievakuasi.

    Dua ekor harimau diketahui telah lepas dari kandangnya di Sinka Zoo Singkawang pada Jumat malam. Menurut Elka Surya, pengurus Sinka Zoo, harimau-harimau itu ke luar lewat lubang yang tercipta setelah terjadi tanah longsor dekat kandang. Longsor didahului huja lebat sepanjang dua hari sebelumnya. 

    Baca juga:
    BKSDA Minta Maaf, Harimau Dilepasliar Berkeliaran di Ladang Kampung 

    Elka juga mengungkap kalau harimau menyerang pawang hingga tewas. 



    KOREKSI:

    Artikel ini telah diubah pada Sabtu 6 Februari 2021, pukul 21.54 WIB, untuk menambahkan keterangan bahwa harimau kedua sudah berhasil dilumpuhkan juga.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.