Hujan Ekstrem Sebelum Semarang Banjir, Ini Catatan BMKG

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Tim Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian PUPR Jawa Tengah memotret jalan yang terendam banjir di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 6 Februari 2021. Sejumlah jalan di kawasan cagar budaya dengan julukan

    Personel Tim Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian PUPR Jawa Tengah memotret jalan yang terendam banjir di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 6 Februari 2021. Sejumlah jalan di kawasan cagar budaya dengan julukan "Little Netherland" yang dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda sekitar abad ke-18 itu terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara sekitar 20- 60 cm akibat curah hujan tinggi sejak Jumat malam. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan disertai petir sepanjang Sabtu dinihari hingga pagi, 6 Februari 2021, menyebabkan Kota Semarang banjir di banyak wilayahnya. Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Klimatologi Semarang, menunjukkan curah hujan yang turun terukur hingga 183 milimeter atau tergolong ekstrem.

    Dalam siaran pers yang dibagikannya, Minggu 7 Februari 2021, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, Sukasno, merinci curah hujan itu terukur di Pos Hujan Beringin Kecamatan Ngaliyan. Adapun di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani juga tercatat sebesar 171 mm. Keduanya sama tergolong hujan ekstrem karena lebih dari 150 mm dalam sehari.

    Curah hujan terendah yang dicatatnya pun tergolong masih lebat, yakni 69 mm di Pos Hujan Meteseh Kecamatan Tembalang. Kategori hujan lebat adalah 50-100 mm. "Intensitas lebat-sangat lebat-ekstrem," kata Sukasno tentang hujan yang turun sepanjang dinihari hingga pagi itu.

    Berdasarkan data AWS Stasiun Klimatologi Semarang, hujan terjadi sejak jam 00.10 WIB. Intensitas hujan mulai meningkat menjadi lebat dan sangat lebat sejak pukul 02.10 WIB. Periode intensitas hujan itu berlangsung sampai dengan pukul 05.30 WIB dan bahkan pukul 07.00 WIB.

    Berdasarkan Citra Satelit Himawari, awan konvektif memang telah diperkirakan sebelumnya kalau mulai tumbuh pada pukul 02.00 WIB dan semakin bertambah hingga menjelang pukul 07.00 WIB. Pertumbuhan awan tersebut memicu hujan yang terjadi di Kota Semarang dengan intensitas ringan sejak pukul 02 WIB dan bertambah intensitas sedang-lebat pada pukul 05-06 WIB dan mulai menurun hujannya dengan intensitas ringan-sedang pada pukul 07 WIB.

    Menurut Sukasno, BMKG Semarang telah mencoba memperingatkan gejala cuaca tersebut beberapa kali bagi masyarakat setempat. Dia menunjuk adanya Peringatan Dini Cuaca Ekstrem pada 6 Februari dari Pukul 01.30 WIB dan diupdate pukul 05.20 WIB. "Kota Semarang termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam Peringatan Dini tersebut," katanya.

    Baca juga:
    Hujan Jauh Lebih Esktrem di Banjir Kalsel, Ini Data BMKG

    Mundur dua hari, BMKG juga telah mengeluarkan Informasi Prakiraan Cuaca berbasis Dampak SIGNATURE 4 Februari 2021 yang berlaku 5 Februari 2021 pukul 07.00 WIB sampai dengan 6 Februari 2021 pukul 07.00 WIB melalui laman resminya. Kota Semarang banjir telah diprediksi lewat peta Potensi Dampak Hujan Lebat untuk Dampak Banjir/Bandang di wilayah Jawa Tengah dengan kategori Waspada, di mana ibu kota provinsi itu termasuk di dalamnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.