Sebaran Abu Vulkanik Gunung Raung Meluas, Ini Bahayanya

Gunung Raung (3.332 mdpl) terlihat dari Desa Gunung Malang, Sumberjambe, Jember, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Seno

TEMPO.CO, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Raung yang semakin meluas.

Baca:
Abu Gunung Raung Terpantau Setinggi 6.000 Meter

Apabila terpaksa keluar rumah, masyarakat diimbau secara tegas untuk mengenakan masker dan penutup wajah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono mengatakan abu vulkanik membawa berbagai material yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Abu tersebut mengandung sejumlah partikel, seperti silika, kalium, natrium, besi, serta nikel. Secara kasar, abu vulkanik itu seperti abu semen, berupa batuan kecil dan halus yang terlempar ke atas saat terjadi erupsi gunung api.

“Material ini jika terpapar ke tubuh manusia bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), sakit tenggorokan, iritasi mata, hingga luka pada kornea,” kata pria yang biasa disapa dr. Rio tersebut, Senin, 8 Februari 2021.

Abu vulkanik terbentuk dari material berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik. Ketika gas-gas dalam ruang magma mulai menyebar, gas-gas tersebut akan mendorong magma yang terdiri dari silika dan gas keluar dari perut gunung berapi.

Saat terjadi ledakan, magma yang keluar di udara akan mendingin dan membeku, menjadi batuan vulkanik dan pecahan kaca. “Inilah yang berbahaya. Kalau masuk ke mata kita dan mengenai kornea, bisa menimbulkan luka goresan di kornea kita. Ini bisa menyebabkan penglihatan kabur,” ujar Rio.

“Oleh karenanya, bila telanjur abu vulkanik masuk ke mata, jangan langsung dikucek, tapi langsung bersihkan dengan air yang mengalir. Kalau memungkinkan dengan boor water,” imbuhnya.

Bahaya lainnya adalah gangguan pernafasan atau ISPA. Menghirup abu vulkanik dapat merusak kesehatan manusia karena aerosol berbahaya dan gas beracun yang membentuk abu dapat mengiritasi paru-paru.

Gejala pernapasan (jangka pendek) yang dirasakan adalah hidung beringus, sakit tenggorokan/batuk, sesak napas, hingga asma bisa kambuh

“ISPA ini yang biasanya banyak ditemui saat terjadi erupsi gunung. Bila mengalami sesak nafas, segera ke layanan kesehatan terdekat agar segera mendapat pertolongan awal,” jelas Rio.

Atas dasar itulah, Rio mengimbau masyarakat Banyuwangi tetap berada di dalam rumah untuk mengurangi risiko terpapar abu vulkanik letusan Gunung Raung yang kini kian meluas penyebarannya. Kalau memang harus beraktivitas, diimbau untuk mengenakan masker dan pelindung muka, seperti faceshield.

“Kalau memang harus keluar rumah, wajib pakai masker dan kaca mata agar terhindar dari risiko erupsi Gunung Raung,” pungkasnya.

DAVID PRIYASIDHARTA






Inilah yang Harus Dilakukan saat Terkena Gas Air Mata

12 jam lalu

Inilah yang Harus Dilakukan saat Terkena Gas Air Mata

Gas air mata banyak menyebabkan iritasi. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan bila terkena gas air mata.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

6 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Daftar 4 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

7 hari lalu

Daftar 4 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi atau SIM Keliling di lima titik Jakarta, Rabu, 28 September 2022.


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

14 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Gunung Ili Lewotolok Meletus Malam Ini, Dentuman Sedang hingga Kuat

19 hari lalu

Gunung Ili Lewotolok Meletus Malam Ini, Dentuman Sedang hingga Kuat

Gunung Ili Lewotolok erupsi terakhir kali pada November tahun lalu.


Kapan Kita Boleh Lepas Masker?

20 hari lalu

Kapan Kita Boleh Lepas Masker?

Pakar menyebut kemungkinan orang dapat melepas masker di ruang terbuka, termasuk persentase vaksinasi booster bila sudah tinggi.


Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

22 hari lalu

Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

Selandia Baru menghapuskan aturan ketat yang mewajibkan suntik vaksin virus corona dan menggunakan masker.


Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

32 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

Rusia mencatat pada Sabtu, 3 Agustus 2022, ada lebih dari 50 ribu kasus baru Covid-19 atau tertinggi dalam enam bulan


PVMBG: Gunung Marapi Berpotensi Erupsi Freatik, tapi Masih Waspada

33 hari lalu

PVMBG: Gunung Marapi Berpotensi Erupsi Freatik, tapi Masih Waspada

Sepanjang setahun ini berstatus Waspada, aktivitas vulkanik Gunung Marapi berfluktuasi mulai Januari 2022.


139 Tahun Letusan Gunung Krakatau, Diiringi Tsunami Setinggi 30 Meter, 2 Pulau Langsung Tenggelam

39 hari lalu

139 Tahun Letusan Gunung Krakatau, Diiringi Tsunami Setinggi 30 Meter, 2 Pulau Langsung Tenggelam

Pada 26 Agustus 1883, terjadi letusan Gunung Krakatau. Letusan Krakatau ini diirngi tsunami setinggi 30 meter, ribuan orang meninggal.