Peta Banjir Jawa Barat dan Dampaknya, Ada yang Hampir 5 Meter

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengevakuasi keluarganya mengunakan perahu rakit saat banjir di Desa karangligar, Karawang, Jawa Barat, Rabu 1 Januari 2020. Banjir yang disebabkan meluapnya air sungai Cibeet di wilayah itu merendam sebanyak 212 rumah dengan ketinggian air mencapai dua meter lebih mengakibatkan 905 jiwa terpaksa mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    Warga mengevakuasi keluarganya mengunakan perahu rakit saat banjir di Desa karangligar, Karawang, Jawa Barat, Rabu 1 Januari 2020. Banjir yang disebabkan meluapnya air sungai Cibeet di wilayah itu merendam sebanyak 212 rumah dengan ketinggian air mencapai dua meter lebih mengakibatkan 905 jiwa terpaksa mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Bandung - BPBD Jawa Barat mencatat bencana banjir tersebar di tujuh daerah saat ini, hingga Selasa 9 Februari 2021. Banjir terjadi di Indramayu, Kabupaten Bekasi, Majalengka, Karawang, Subang, Kota Bekasi, serta Kabupaten Bogor. 

    Banjir di Indramayu disebutkan akibat hujan deras sehingga Sungai Cilalang, Cipanas, Cipelang, serta Cimanuk meluap. Debit air yang tinggi menyebabkan limpasan air melewati tanggul sungai dan merendam jalan serta permukiman warga.

    Baca juga:
    BMKG: Waspada Curah Hujan Tinggi dan Potensi Banjir Awal Februari

    Tinggi muka air banjir di daerah ini bervariasi 50-250 cm di 24 kecamatan. Banjir telah merendam 669 rumah, mengakibatkan 5.450 orang mengungsi. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir di Indramayu.

    Banjir di Kabupaten Bekasi terjadi di 14 kecamatan. Tinggi airnya bervariasi 20-250 sentimeter. Tertinggi dilaporkan terjadi di Kecamatan Bojongmangu yang mencapai  250 sentimeter. Sementara dilaporkan tidak ada korban jiwa.

    Banjir di Majalengka terjadi di 3 kecamatan. Di daerah ini pun hujan dengan intensitas tinggi menjadi kambing hitamnya yang menyebabkan Sungai Cideut dan Situ Cijingga, meluap. Debit dari Sungai Cimanuk juga disebut menyumbang banjir di Majalengka. Tanggul Sungai Cimanuk di daerah ini dilaporkan jebol.

    Tinggi air bervariasi 15-150 sentimeter. Banjir merendam 1.150 rumah, 3 tempat ibadah, 1 sekolah, 80 hektare sawah, 60 hektare kebun, serta 70 hektare kawasan permukiman. Akses lalu lintas dilaporkan terputus total. Warga terdampak banjir tercatat menembus 1.032 KK/2.023 jiwa. Dilaporkan 861 warga yang terpaksa mengungsi.

    Banjir di Karawang merendam hingga 16 kecamatan. Banjir dilaporkan terjadi akibat debit kiriman dari aliran Sungai Ciherang. Tinggi muka air bervariasi antara 20-150 sentimeter.

    Banjir di daerah ini merendam 8.011 rumah warga, 12 tempat ibadah, 8 sekolah, serta sawah seluar 410 hektare. Warga terdampak banjir menembus 10.963 KK/31.928 jiwa. Banjir juga memaksa warga terdampak mengungsi sebanyak 7.397 KK/32.225 jiwa. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam bencana banjir di Karawang.

    Banjir di Subang terjadi di 11 kecamatan. Di daerah ini, hujan deras disebut menyebabkan Sungai Cipunagara meluap. Tinggi muka air banjir bervariasi 25-480 sentimeter atau hampir 5 meter. Banjir merendam sedikitnya 15.014 rumah warga, 6.397,75 hektare sawah, serta 2.220 kolam ikan. Total pengungsi akibat bencana banjir di Subang menembus 5.764 KK/35.827 jiwa.  

    Banjir di Kota Bekasi, tetangga ibu kota negara Jakarta, terjadi di 9 kecamatan. Per hari ini dilaporkan kalau sebagian besar banjir sudah surut. Sedikitnya tersisa 422 rumah masih terendam di Kecamatan Bekasi Utara karena banjir yang disebut karena hujan deras itu.

    Banjir di Kabupaten Bogor dilaporkan akibat meluapnya Sungai Cileungsi dan Cikeas. Sejumlah rumah dilaporkan terdampak dengan ketinggian air menembus 100 centimeter. Tidak ada korban jiwa.

    Foto udara sejumlah rumah yang tergenang banjir akibat luapan kali Bekasi, Jawa Barat, Senin, 8 Februari 2021. Menurut data BPBD Bekasi banjir terjadi karena kiriman air dari wilayah Bogor berimbas pada kenaikan debit air kali Bekasi pada pukul 09.00 WIB. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

    Selain banjir, BPBD Jawa Barat juga mencatat terjadi bencana tanah longsor serta angin kencang pada Senin, 8 Februari 2021. Kebanyakan terjadi di wilayah Kabupaten Bogor. Hanya satu yang terjadi di luar wilayah itu, yakni di Blok Cisumur, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, di mana tanah longsor mengakibatkan 2 rumah terancam akibat tembok penahan tanah sepanjang 5 meter runtuh.

    Sisanya, tanah longsor terjadi di Kampung Bojong, Kecamatan Sukajaya,  Kabupaten Bogor mengakibatkan 1 rumah rusak ringan. Longsor juga terjadi di Kampung Leuwi Malang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mengakibatkan 2 rumah rusak berat. Longsor di Kampung Pasar Lama, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengakibatkan tebingan sungai runtuh mengancam 1 rumah warga.

    Baca juga:
    Desa Ini Alami Banjir Kiriman dari Malaysia, Simak Penjelasan Camatnya

    Angin kencang dilaporkan terjadi di Kampung Cipari, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengakibatkan 4 rumah rusak sedang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor dan angin kencang tersebut. Termasuk tidak ada korban jiwa dari bencana banjir yang terjadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.